Krisis Regenerasi Dalam Pelestarian Seni Tradisi Di Sanggar Cinangkiak Saiyo Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak
Main Article Content
Vegussanesa
Firdaus
Ali Sukri
Idun Ariastuti
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan minat generasi muda terhadap seni tradisi serta mendeskripsikan upaya pelestarian yang dilakukan oleh Sanggar Cinangkiak Saiyo di Nagari Sumani. Penelitian ini menggunakan metode kualititatif deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam bersama tiga generasi penari sanggar. Data sekunder diperoleh dari dokumen, profil organisasi serta studi kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini dibedah menggunakan tiga landasan teori utama yaitu, teori pelestarian budaya dari Widjaja, Teori Pewarisan dan Pendidikan Budaya (Vertical Transmission) dari Hermawan, serta teori krisis kebudayaan dari Milan Kundera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis regenerasi pelaku seni di sanggar ini dipicu oleh kuatnya arus teknologi digital, maraknya penggunaan gawai, dan populernya budaya saat ini. Faktor-faktor tersebut mengakibatkan penurunan drastis jumlah anggota aktif secara berkala. Dampak keberlanjutannya adalah proses pewarisan nilai-nilai seni tradisi antargenerasi tidak dapat berjalan secara optimal, sehingga menciptakan keterputusan sejarah budaya lokal di tengah masyarakat Nagari Sumani
Bungin, B. (2007) Metode Penelitian Sosial dan Ekonomi. Kencana. Jakarta
Diani, Y., & Prasetyo, K. B. (2022). Krisis Regenerasi Pada Kelompok Kesenian Kethoprak Pati (Kasus Pada 3 Kelompok Seni Kethoprak Di Kabupaten Pati Jawa Tengah). Solidarity: Journal of Education, Society ad Culture, 11(1), 39–53. https://doi.org/10.15294/solidarity.v11i1.58796.
Gunawan, R. (2022). Krisis Regenerasi Seni Tradisi: Tantangan Bagi Pelaku Seni Masa Kini. Jurnal Seni Budaya dan Pengkajian, 12(2), 45-58.
Kasus, S., Desa, D. I., & Oktriyadi, R. (n.d.). Krisis regenerasi seniman muda. 321–332.
Keifer GEffenberger. (1967). Upaya Pelestarian. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 7–27.
Kundera, M,. (2004). Krisis Kebudayaan dan Hubungan Antargenerasi (Terjemahan). Yogyakarta: Aksara Budaya.
Kundera, M,. (2004). Krisis Kebudayaan dan Hubungan Antargenerasi (Terjemahan). Yogyakarta: Aksara Budaya.
Kusmaya. (2015). Metodologi Pewarisan Seni Pertunjukan Tradisi. Jurnal Budaya Nusantara, 2(1), hlm. 120-135. (Memuat Kajian Teori Pewarisan Tegak/Vertical Transmission dari Hermawan).
Moleong, Lexy J. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Moleong, L.. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. 174
Putri, C. (2026). PRESERVATION OF RANDAI BY THE SALUAK BADETA STUDIOS AND THE YOUNG GENERATION Abstrak. 6546.
Ranjabar, Jacobus. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia: Suatu Pengantar. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono.(2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.













