Perancangan Kampanye Sosial Efek Buruk Konten Digital Pada Anak Usia Dini
Main Article Content
Adinda Mayranu
Yoni Sudiani
Di tingkat pendidikan anak usia dini, pengawasan terhadap konsumsi media menjadi kunci dalam melindungi perkembangan mental dan emosional anak. Namun, kenyataannya bahwa kontrol orang tua terhadap kualitas konten digital yang ditonton anak masih rendah. Permasalahan utama yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran mereka terhadap efek buruk tayangan overstimulasi dan agresif. Berangkat dari permasalahan tersebut serta melihat fenomena yang terjadi dengan minimnya penyuluhan atau kegiatan sosial yang dapat mendorong literasi digital keluarga. Oleh karena itu, merancang kampanye sosial menjadi langkah yang tepat untuk mengedukasi orang tua tentang efek buruk konten digital, khususnya di Kota Padang Panjang. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak para orang tua aktif memilah dan mendampingi anak menonton melalui pendekatan langsung dengan cara yang lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan dunia keluarga. Metode perancangan ini menggunakan analisis 5W+1H dan kerangka kerja psikologi komunikasi AIDAS. Sedangkan, proses perancangan meliputi wawancara, observasi lapangan, riset, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil dari perancangan ini berupa sosialisasi penyuluhan sebagai media utama dan juga video audiovisual motion graphic, buku saku panduan, poster, X-Banner, akun media sosial Instagram, dan juga merchandise sebagai media pendukung. Kampanye sosial ini telah memberikan dampak yang signifikan dalam mendorong kesadaran tentang pentingnya membatasi dan memilah konten digital. Kampanye ini berhasil menarik perhatian tidak hanya para orang tua sebagai target utama.
Ariyadi,W. (2020). Jurus Jitu Menguasai Copywriting: Strategi Sukses Membangun Bisnis dan Meningkatkan Pemasaran. Yogyakarta: Anak Hebat Indonesia.
Craig, J. (2001). Designing with type. New York: Watson-Guptill Publications.
Daryanto. (2013). Media pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Effendy, O. U. (2009). Ilmu komunikasi teori dan praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Heinich, R., Molenda, M., Russell, J. D., & Smaldino, S. E. (2002). Instructional media and technologies for learning. New Jersey: Pearson Education.
Kurnia Putri, Jihan. 2023. Perkembangan dan karakteristik anak usia dini. Bab II. Universitas Islam Lamongan.
Kusrianto, A. (2022). Pengantar desain komunikasi visual. Yogyakarta: Andi Offset.
Landa, R. (2014). Graphic design solutions. Boston: Wadsworth Publishing.
Munir. (2012). Multimedia: Konsep dan aplikasi dalam pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Nurfadilla, A., Wardhani, R. R. D. K., & Asmawati, L. (2025). Pengaruh konten negatif di media sosial terhadap perilaku agresif anak usia 4–5 tahun. JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(6), 5859–5866. https://doi.org/10.54371/jiip.v8i6.8177
Rustan, S. (2010). Tipografi: Prinsip, desain, dan aplikasi. Jakarta: Gramedia.
Rustan, S. (2019). Dasar-dasar desain komunikasi visual. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Rustan, S. (2020). Layout: Dasar & penerapannya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Rustan, S. (2021). Prinsip-prinsip desain. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sadiman, A. S. (2012). Media pendidikan: Pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Venus, A. (2004). Manajemen kampanye. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Venus, A. (2019). Manajemen kampanye: Panduan teoretis dan praktis dalam mengefektifkan strategi komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Vaughan, T. (2006). Multimedia: Making it work. New York: McGraw-Hill Education.
Warde, B. (1998). The crystal goblet, or printing should be invisible. Dalam Graphic design theory: Readings from the field (pp. 45–51). New York: Princeton Architectural Press.
Wong, W. (2022). Principles of form and design. New Jersey: Wiley













