Harajuku Style Dalam Busana Casual
Main Article Content
Salsabilla Cahyani Irawan
Desra Imelda
Novina Yeni Fatrina
Fendi Nofrian
Perkembangan industri fashion mendorong lahirnya berbagai inovasi desain melalui perpaduan budaya dan gaya berpakaian. Salah satu gaya yang memiliki karakter visual kuat adalah harajuku style, sedangkan busana casual lebih menekankan aspek kenyamanan dan fungsionalitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mewujudkan, dan menganalisis penciptaan busana casual yang mengadaptasi karakter visual harajuku style. Penelitian menggunakan metode penelitian penciptaan (practice-based research) yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan evaluasi karya. Proses eksplorasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk memperoleh konsep desain yang sesuai. Hasil penelitian berupa tiga karya busana, yaitu Candy Riot sebagai ready-to-wear, Polydolla sebagai ready-to-wear deluxe, dan Lumina Obscura sebagai haute couture. Ketiga karya menerapkan karakteristik harajuku style melalui penggunaan warna kontras, bentuk asimetris, ruffles, aplikasi rajut, dan sulam payet yang dipadukan dengan prinsip desain sehingga menghasilkan busana yang ekspresif, estetis, dan tetap mempertahankan fungsi serta kenyamanan busana casual. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter visual harajuku style dapat diadaptasikan ke dalam berbagai tingkatan produk fashion tanpa menghilangkan identitas desain maupun aspek fungsional. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain mode yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan busana casual.
El Dosuky, A. E. S. (2023). Creating girls casual wear designs influenced by the characteristics of Japanese street fashion style.
Ernawati, I., & Nelmira, W. (2008). Tata busana jilid 2. Jakarta. Direktorat pembinaan sekolah menengah kejuruan, Direktorat jendral manajemen, pendidikan dasar dan menengah, Departemen Pendidikan Nasional.Leon, A. (2024). The Unspoken Words of Fashion: Movements Behind Harajuku’s Avant-Garde Fashion Trends.
Irawan, B., & Tamara, P. (2013). Dasar-dasar desain. Griya Kreasi.
Kawamura, Y. (2006). Japanese teens as producers of street fashion. Current sociology, 54(5), 784-801.
Listiani, S., Zahra, E. L., Suryawati, S., & Danial, M. I. R. A. (2024). Analisis prinsip desain sustainable fashion upcycle pada busana kasual. Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk), 7(1), 11-20.
Pusat Pembinaan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakrta: Balai Pustaka
Rifai, A. (2022). Burung Walet Dengan Pop Art Style Pada Busana Kasual (Doctoral dissertation, ISI Yogyakarta).
Riyanto, A. A. (2003). Teori Busana. Bandung: Yapemdo.
Riyanto. (2009). Analisis Gaya Busana Kerja Muslimah, Studi Kasus: Pekerjaan Sektor Formal di Kota Jakarta.
Siahaan, M. A. A., Zahra, E. L., & Prabawati, M. (2024). Penilaian E-modul Menggambar Ilustrasi Desain Gaya Harajuku. Practice of Fashion and Textile Education Journal, 4(1), 35-41.
Trend Forecasting Spring/Summer 2025
Yaffa, Z. (2026). PENGARUH PENGGUNAAN BUSANA DAN AKSESORIS KARYA VIVIENNE WESTWOOD DALAM MANGA DAN ANIME NANA TERHADAP TREND FASHION HARAJUKU PUNK-ROCK DI JEPANG. Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang, 6(1).













