Visualisasi Lopo Batang Lapu Pasaman Barat Dalam Fotografi Konseptual
Main Article Content
Rori Amanda
Dira Herawati
Lopo atau lapau merupakan sebuah warung kopi yang ada di Batang Lapu, Kabupaten Pasaman Barat, provinsi Sumatera Barat. Lopo berperan sebagai media interaksi sosial masyarakat, seiring hadirnya teknologi modern interaksi langsung antar masyarakat mulai berkurang. Melalui fotografi konseptual sebagai upaya menghadirkan kembali suasana lopo yang sarat akan nilai kebersamaan, interaksi sosial, dan budaya lokal yang mulai mengalami pergeseran akibat perkembangan zaman. Proses penciptaan dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, penyusunan konsep, storyboard, pemotretan, digital imaging, dan penyajian karya. Pendekatan visual menggunakan teknik mix lighting, low key lighting, warna hangat, serta komposisi yang mendukung terciptanya suasana nostalgia. Hasil penciptaan berupa 21 karya fotografi konseptual yang menampilkan berbagai aktivitas masyarakat di lopo. Analisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes menunjukkan bahwa karya-karya tersebut merepresentasikan makna kebersamaan, komunikasi, dan lopo sebagai ruang sosial yang memiliki nilai budaya bagi masyarakat Minangkabau. Penciptaan ini diharapkan dapat menjadi media apresiasi sekaligus pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Afrizal, H. (2020). Ota Lapau Sebagai Alternatif Ide Penciptaan Teater Kontemporer Minangkabau. JURNAL EKSPRESI SENI, 93-112.
Barthes, R. (1977). Camera Lucida: Renungan tentang fotografi (Penerj. R. Howard). Yogyakarta: Jalasutra.
Barthes, R. (1980). Camera Lucida: Reflections on Photography. New York: Hill and Wang.
Baskara, B. T., Wiguna, I. P., & Zen, A. P. (2021). Kehidupan Malam" SULANJANA" dalam Fotografi Konseptual Menggunakan Lenticular Printing. KALATANDA: Jurnal Desain dan Media Kreatif, 3(2), 14-17.
Barthes, R. (1977). Image–Music–Text. London: Fontana Press.
Mardoni, A. (2017). Maota di Lapau: Tradisi dan Nilai dalam Budaya Minangkabau. Prosiding Seminar Nasional Kebudayaan Nusantara, 3(1), 55–67. Padang: Universitas Negeri Padang.
Soedjono, S. (2007). Pot-pourri fotografi. Jakarta: Penerbit Universitas Trisakti.
Sugiarto, (2014). “SHUTTER” KIAT MEMESONA DENGAN KECEPATAN RANA. Jakarta-PT Elex Media Komputindo
Syamboby, A., Rahmadinata, M. F., & Putri, C. A. (n.d.). (2023). PERMAINAN TRADISIONAL ANAK NAGARI DALAM FOTOGRAFI KONSEPTUAL.
Tjin, E. (2011). Lighting itu mudah. Jakarta: Bukune.
Dewi, R., Yulius, A., & Nizam, A. (2019). Lapau Sebagai Ruang Demokrasi Sosial di Minangkabau: Kajian Nilai dan Identitas Budaya. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), 112–128. https://doi.org/10.12345/jish.v8i2.112
Gautama, N. M., Santosa, H., & Swandi, I. W. (2019). Pemanfaatan Warna Pada Poster Buku Cerita Bergambar Sejarah Pura Pulaki. Jurnal Desain, 7(1), 71–84.
Hanton, D. d. (2018). Aspek Perilaku Manusia Sebagai Makhluk Individu Dan Sosial Pada Ruang Terbuka Publik. Journal-uin-alauddin, 85-93.













