Fungsi dan Peran Musik Syair Olang-Olang Dalam Mengiringi Tari Rumah Inai
Main Article Content
Weni Mawadah
Nursyirwan
Awerman
Wilma Sriwulan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan peran musikal Syair Olang-Olang dalam mengiringi Tari Rumah Inai pada upacara Adat Besar masyarakat Melayu di Desa Tasik Serai, Riau. Syair ini merupakan tradisi lisan yang saat ini hadir melalui hasil rekonstruksi oleh pelaku seni setempat akibat ancaman kepunahan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan musikologis dan pisau analisis teori etnomusikologi Alan P. Merriam (1964). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpaduan vokal dengan instrumen perkusi (bebano dan tetawak) menjalankan tiga fungsi fundamental. Pertama, fungsi respons fisik sebagai pengatur tempo dan penyangga kestabilan gerak tari melalui pola ostinato bebano dan siklus tetawak. Kedua, fungsi pengesahan institusi sosial dan ritual dengan menciptakan suasana magis yang melegitimasi kesakralan prosesi tolak bala. Ketiga, fungsi kesinambungan budaya, di mana lirik pantun bertindak sebagai media pewarisan memori kolektif yang mengukuhkan nilai kegigihan dan identitas budaya Suku Darat. Meskipun eksistensinya bergantung pada hasil rekonstruksi, kehadiran Syair Olang-Olang tetap menjadi bukti nyata resiliensi pelestarian warisan budaya lokal.
Amzani, T. R. (2018). Fungsi ritual tari rumah inai dalam upacara adat perkawinan masyarakat melayu desa Tasik Serai Kec. Pinggir Kab. Bengkalis Prov. Riau [Institut Seni Indonesia Padang Panjang]. https://library.isi-padangpanjang.ac.id/index.php?p=show_detail&id=21738&keywords=Tari+rumah
Ediwar. (2016). Rekonstruksi dan Revitalisasi Kesenian Rapa’i Aceh Tsunami. 17. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/resital.v17i1.1688
Irawati, E. (2022). Strategi Preservasi Musik Tradisional dengan Pendekatan Ekosistem Musik. 1. https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadharma/article/view/2231/1617
Jayanti, S. & Indrayuda. (2024). Tari Inai Bagi Status Sosial Masyarakat Pengguna dalam Kegiatan Malam Berinai di Kec.Nipah Panjang. 1. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/imajinasi.v1i3.263
Layali, K., Minawati, R., & Yusfil. (2014). Tari Olang-Olang Dalam Ritual Pengobatan Suku Sakai di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. 2. https://journal.isi-padangpanjang.ac.id/index.php/Bercadik/article/view/40/28
Merriam, A. P. (1964). The Anthropology of Music. Northwestern University Press. https://archive.org/details/anthropologyofmu0000merr
Qomariah, S., Sazali, H., & Batubara, A. K. (2021). Tari Inai: Identitas Budaya Masyarakat Desa Kuala Bangka, Kabupaten Labuhanbatu Utara. 2. https://doi.org/10.34007/warisan.v2i1.707
Raudah, Melia Ningsih, A., Rosalina, D., M, R. A., & Anshari, M. R. (2025). Peran Explorasi Gerak dan Iringan Melodi Tari oleh Mahasiswa dalam Pelestarian Budaya dan Pembentukan Karakter Positif. 4. https://doi.org/10.14421/jga.2018.34-05
Rustiyanti, S., Listiani, W., Ningdyah, A. E. M., Dwiatmini, S., & Suryanti. (2024). Musik Iringan Tari Pencak Silat Rancak Takasima dalam Koreografi Idiom Baru. 25. https://doi.org/https://doi.org/10.24821/resital.v25i1.11998
Yulianti, N. K. D., Sariada, I. K., & Marajaya, I. M. (2024). The Aesthetic Value of the Accompaniment Music of Dance Drama “the blessing of siva-visvapujita.” 4. https://doi.org/https://doi.org/10.59997/ghurnita
Yusnelli, & Herdianto, F. (2021). Langgam dan Zapin Grub Melayu Sayang Senandung. 21. https://doi.org/https://doi.org/10.33153/keteg.v21i1.3681
Zuliani, A. R., & Sagala, M. D. (2025). Analisis Melodi Vokal dan Makna Syair Musik Iringan Tari Jepin Tembung Panjang: Kajian Musikologi Hermeneutika. 6. https://doi.org/https://doi.org/10.51667/cjmpm.v6i2.2489













