Eksistensi Tari Tanduak Dalam Kehidupan Sosial Dan Budaya Masyarakat Nagari Lubuak Tarok Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat
Main Article Content
Latrid Novdillah
Eva Riyanti
Auliana Mukhti Maghfirah
Syielvi Dwi Febrianty
Penelitian ini membahas eksistensi Tari Tanduak dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Nagari Lubuak Tarok Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumatera Barat. Tari Tanduak merupakan kesenian tradisional yang berakar dari gerakan silek Minangkabau. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksistensi Tari Tanduak dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Nagari Lubuak Tarok, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi. Analisis pada penelitian ini menggunakan teori Y. Sumandiyo Hadi yang memandang tari dari perspektif sosiologi dan antropologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Tanduak tetap eksis sebagai warisan budaya yang masih dipertahankan dan dipentaskan dalam berbagai kegiatan adat dan budaya, seperti Bakaua Adat, Batagak Panghulu, Alek Nagari, dan penyambutan tamu. Eksistensi Tari Tanduak juga terlihat dari tetap dipertahankannya unsur-unsur pertunjukan serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, seperti penghormatan, kebersamaan, musyawarah, dan penghargaan terhadap warisan leluhur. Keberlangsungannya didukung oleh proses pewarisan kepada generasi muda, peran tokoh adat, seniman, masyarakat, dan pemerintah daerah. Meskipun menghadapi tantangan akibat perkembangan zaman dan berkurangnya minat generasi muda, Tari Tanduak tetap menjadi identitas budaya masyarakat Nagari Lubuak Tarok.
Apriani, W., Winoto, Y., & CMS, S. (2024). Penguatan literasi budaya Minangkabau dalam kegiatan Sapakan Pagelaran Alek Kesenian Anak Nagari Andaleh Baruh Bukik. Informatio: Journal of Library and Information Science, 4(3), 231–250. https://doi.org/10.24198/inf.v4i3.45305.
Dibia, I Wayan., Ballinger, Rucina., & Anello, Barbara. (2012). Balinese Dance, Drama & Music: A Guide to the Performing Arts of Bali: North Clarendon, Vermont.
Faradila, R., & Andi, A. (2023). Integrasi Nilai-Nilai Batagak Penghulu Pada Pembelajaran Sejarah di Sekolah. Satwika : Kajian Ilmu Budaya Dan Perubahan Sosial, 7(2), 361-372. https://doi.org/10.22219/satwika.v7i2.27541.
Jazuli, M. (2008). Pendidikan Seni Budaya. Suplemen pembelajaran tari. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Maghfirah, A. M. (2023). Tari Tanduak dalam kehidupan masyarakat Nagari Lubuak Tarok Kabupaten Sijunjung: Suatu kajian semiotika. Garak Jo Garik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 1(2), 231–242. https://doi.org/10.26887/gjg.v1i2.3773.
Moleong. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Raja Grafindo Persada.
________. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyadi. (2013). Metode Penelitian Kualitatif Dan Mixed Method. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
Pramayoza, D. (2022). Dramaturgi Bakaua dalam masyarakat Minangkabau: Studi atas ritual tolak bala dengan perspektif Victor Turner. Bercadik: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 5(1), 67–79. https://doi.org/10.26887/bcdk.v5i1.2493.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
________. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan Kombinasi (Mixed Metod). Bandung: Alfabeta.
________. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Soedarsono. (2002). Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Y. Sumandiyo Hadi. (2005). Sosiologi Tari, Yogyakarta: Pustaka Pinus.













