Aksara Incung Pada Penciptaan Busana Upcycled
Main Article Content
Luhfia Sukma Ayu
Desra Imelda
Mega Kencana
Nofi Rahmanita
Aksara incung merupakan warisan budaya yang berasal dari masyarakat Kerinci dan dahulunya digunakan oleh nenek moyang untuk menulis mantera-mantera, hukum adat dan surat yang dituliskan pada tanduk kerbau, tanduk sapi, daun lontar dan bambu sebelum penggunaan huruf latin berkembang. Kehadiran aksara incung tidak hanya sebagai media tulisan, namun juga mengandung nilai histori dan bentuk visual yang khas sehingga berpotensi menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya fesyen. Penciptaan busana ini bertujuan untuk merepresentasikan bentuk visual aksara incung ke dalam busana sekaligus menyuarakan penerapan fesyen berkelanjutan melalui konsep upcycled yang diwujudkan ke dalam karya ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture yang dirancang dan dibuat menggunakan pakaian bekas dengan penerapan teknik patchwork. Proses penciptaan dilakukan melaui tahapan eksplorasi, perancangan dan perwujudan karya yang berfokus pada transformasi limbah tekstil menjadi produk fesyen baru yang bernilai estetis. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa visual aksara incung dapat diwujudkan menjadi bentuk, detail, dan struktur busana sehingga menghasilkan busana yang tidak hanya memiliki nilai artistik, namun juga menjadi bentuk pelestarian budaya Kerinci serta seruan terhadap penggunaan fesyen berkelanjutan
Andriyani, S., 2022. "Aplikasi Ornamen Sumetera Utara Kreasi Kekinian Pada Desain Busana Ready to wear Dengan Teknik Sablon Printing". Gorga: jurnalseni rupa, 11(01).
Anom MAyun K. Y., S., 2021. Penciptaan Busana Haute couture Dengan Konsep Burung Jalak Bali, 03(02).
Aus, R., 2021. "Desidning For Circular Fashion: Intergrating Upcycling Into Conventional Garment Manufacturing Processes". fashion and textile, 08(34).
Djelantik, 1999. Estetika Sebuah Pengantar. jalan Bukit Dago Selatan 53 A, Bandung: masyarakat seni pertunjukan Indonesia (MSPI).
Harkeni, 2021. "Implenentasi Aksara Incung di Sungai Penuh". jurnal ilmiyah dijdaya, 10(01).
Harkeni, A., 2021. "Aksara Incung Sebagai Inspirasi Motif Batik Masyarakat Kerinci". Khazanah Intelektual, 05(01).
Hendriyana, H., 2019. Rupa Dasar (nirmana), Asas dan Prinsip Dasar Seni Visual. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Kartika, D. S., 2004. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.
Kimbarlina, V., 2021. "Fashion Limbah Untuk Mendukung Kegiatan Sustainable Fashion". Folio, 02(02).
Mubarat, H., 2015. "Aksara Incung Kerinci Sebagai Sumber Ide PencIptaan Seni Kriya". Jurnal ekspresi seni, 17(02).
Nisa, F. K., 2022. "Kajian Estetika pada Busana Upcycled Limbah Kain Karya Diana Rikasari". Gestalt: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 04(02).
Nugroho, S., 2015. Manajemen dan Desain. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Nurfirdaus, S. H., 2022. "Benjang Helaran Sebagai Motif Busana Ready to wear Dengan Teknik Hand Painting". moda, 02(01).
Powa, E. J., 2020. "Implementasi Aksara Incung di Sungai Penuh". Jurnal Ilmiyah Dikdaya, 10(1)
Riza, D. P., 2022. "Aksara Incung Sebagai Identitas Batik Kerinci". Melayu Arts and Performance, 05(01).
Sapitri, R., 2020. "Perancangan Typeface Alfabet Memanfaatkan Aksara Incung". Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Bisnis, 02(02).
Sunliensyar, H. H., 25-26 September 2017. "Idu Tawa Lam Jampi: Mantra-mantra Dalam Naskah Kuno Surat Incung". dalam Seminar Internasional Pernaskahan Nusantara 2017 Universitas Sebelas Maret Surakarta.
syahrul, Y., 2020. "Desain User Interface Aksara Incung Sebagai Pengenalan Kearifan Lokal Kerinci ". Gestalt, 2(1)













