Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Perawatan Luka Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Main Article Content
Puspita Sari
Widiastuti
Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia persisten dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya ulkus diabetik yang dapat berkembang menjadi infeksi, seperti selulitis. Menurut dara International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menjadi negara peringkat kelima dalam jumlah penderita diabetes mellitus dengan angka kejadian 19,5 juta. Hal ini dikarenakan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia. Proses penyembuhan luka pada pasien DM tipe 2 sering terhambat akibat hiperglikemia kronis yang memicu gangguan imun, infeksi, hingga inflamasi berkepanjangan. Selain itu, penatalaksanaan debridemen dapat menimbulkan nyeri yang mengganggu kenyamanan pasien dan memperlambat proses penyembuhan. Oleh karena itu, perlunya penatalaksanaan nyeri yang efektif, baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Salah satunya intervensi nonfarmakologi yaitu teknik relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian terapi relaksasi napas dalam terhadap penurunan nyeri pada pasien DM tipe 2 post perawatan luka di Bangsal Raudhah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan cros study askep dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, analisis data, intervensi, implementasi, hingga evaluasi. Subjek penelitiannya yaitu pasien DM tipe 2 post perawatan luka yang mengalami nyeri dengan skala 5. Penilaian tingkat nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi teknik relaksasi napas dalam yang dilakukan selama 10 menit dalam tiga hari mulai dari tanggal 15-17 November 2025. Hasil: Setelah pemberian intervensi, terjadi penurunan tingkat nyeri pada pasien yang awalnya skala 5 menjadi skala 1 dan memberikan rasa nyaman. Simpulan: Dengan demikian, teknik relaksasi napas dalam efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien DM tipe 2 post perawatan luka.
April, N. (2024). Perawatan Luka dan Manajemen Nyeri pada Pasien dengan Selulitis : Studi Kasus. SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah. 3(4), 1947–1962.
Cahyo, D., Putro, P., & Wulandari, I. (2023). Penerapan Slow Deep Breathing Untuk Menurunkan Skala Nyeri Pada Pasien Cedera Kepala Ringan ( CKR ) Di RSUD Dr . Moewardi Surakarta. Jurnal Ilmu Keseharan Dan Gizi (JIG), 1(4), 73–83.
Isrofah, Mustiah Yulistiani , Nurul Hidayati Listiyaningrum. (2026). Jurnal Riset Ilmiah. 3(4), 1276–1282.
Fitri, C., Zulsasmi, R., Nurman, M., & Safitri, Y. (2026). Penerapan Perawatan Luka Modern Dressing Terhadap Penyembuhan. 1, 257–263.
Fatimah, S. N., & Solehati, T. (2023). Asuhan Keperawatan Pada Ny.L Dengan Post Operasi Mioma Uteri Di Rsu Dr. Slamet Garut: a Case Report. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(7), 2665–2670. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i7.1198
Mardiantin, F., & Sundussiyah, W. (2025). PASIEN PERAWATAN LUKA POST DEBRIDEMENT Benson Relaxation Therapy to Reduce Pain in Post-Debridement Wound Care Patients. 16(01), 71–81.
Noorrakhman, Y., & Pratikto, H. (2022). Relaksasi nafas dalam ( deep breathing ) untuk menurunkan kecemasan pada lansia Pendahuluan. 1(4), 215–222.
PERKENI. 2024. PEDOMAN Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Diakses pada 12 Juni 2026 pukul 12.15 WIB.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia. DPP PPNI.













