Komposisi Musik Husipan Ni Tulila
Main Article Content
Hanna Br Manurung
Ferry Herdianto
Hadaci Sidik
Weldi Syaputra
Komposisi Musik Husipan Ni Tulila merupakan karya orkestra dua bagian yang berangkat dari melodi khas instrumen tradisional Batak Toba, yaitu tulila, dan dikembangkan dalam bentuk musik fantasia. Bagian pertama bertema panyombaon tu debata (penyembahan kepada Tuhan), menggunakan nada dasar C mayor dengan perpaduan tulila, paduan suara, tiup kayu, dan string section untuk menghadirkan nuansa sakral. Sementara itu, bagian kedua bertema tabas-tabas (jimat mistis), menggunakan nada dasar A minor dengan perubahan tempo dari largo (50 bpm) ke moderato (90 bpm), sehingga menampilkan kontras dramatik antara spiritualitas dan mistisisme. Keseluruhan karya ini menjadi bentuk eksplorasi musikal yang memadukan tradisi Batak Toba dengan media musik modern, menghadirkan perjalanan artistik dari penyembahan hingga dunia mistis.
Ardison & Limbong, E. G. (2022). Pengenalan Tulila Batak Toba Melalui Film Dokumenter.
Forney, K., & Machlis, J. (1955). The enjoyment of music. New York: W. W. Norton & Company. (hlm. 1)
Harvard University Press. (1951). Harvard dictionary of music. Cambridge, MA: Harvard University Press. (hlm. 258).
Hendipo sibarani, (2021). Judul skripsi “alu-alu ni tulila”. Institut Seni Indonesia Padangpanjang
Koentjaraningrat. (1982). Kebudayaan, mentalitet dan pembangunan. Jakarta: Gramedia
Miller, H. M. (2017). Apresiasi music. Jakarta: Prenada Media. (hlm. 39, 153)
Mozart, W. A. (n.d.). Fantasia. (Karya music abad ke-18).
Prier, K.-E., SJ. (1996). Ilmu bentuk music. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. (hlm. 29)
Prier, K.-E., SJ. (1996). Bentuk musik. Yogyakarta: Pusat Musik Liturgi. (hlm. 5-6)
Ramaeau, J . P. (1971). Treatise on harmony. New York: Dover Publications. (hlm. 45).
Stein, L. (1979). Structure & style: The study and analysis of musical form. New York: Coleman-Ross Company. (hlm. 57-92).
Spitzer, J. (2001). Orkestra adalah: Sejarah perkembangannya dan contoh alat musiknnya. Jakarta: Gramedia.
Sugiyarto. (2021). Menyimak (Kembali) integrasi budaya di tanah batak toba. Jurnal antropologi fakultas ilmu budaya universitas diponegoro.













