Perbedaan Tingkat Pengetahuan Sikap Dan Praktik Penjamah Makanan Sebelum Dan Sesudah Penyuluhan Dengan Media Booklet Higiene Sanitasi Pangan Di SPPG X
Main Article Content
Putri Qomariah Amini
Choirul Amri
Sri Haryanti
Haryono
Higiene sanitasi pangan pada penjamah makanan masih menjadi tantangan dalam pencegahan kontaminasi pangan dan penyakit bawaan makanan sehingga diperlukan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik higiene sanitasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik penjamah makanan sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media booklet higiene sanitasi pangan di SPPG X. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental pre-test and post-test with control group. Sampel berjumlah 92 penjamah makanan yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (46 responden) dan kelompok kontrol (46 responden). Analisis data meliputi uji Shapiro–Wilk, Wilcoxon, dan Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik pada kedua kelompok, namun peningkatan pada kelompok yang memperoleh penyuluhan menggunakan booklet lebih tinggi dibandingkan kelompok ceramah, dengan perbedaan yang signifikan baik sebelum maupun sesudah intervensi (p<0,000). Disimpulkan bahwa media booklet higiene sanitasi pangan lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik penjamah makanan. Temuan ini menunjukkan bahwa booklet dapat dijadikan media edukasi yang efektif untuk mendukung program peningkatan keamanan pangan di institusi penyelenggara makanan.
Andriani, Y., 2020, ‘Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Higiene Sanitasi Rumah Makan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sarolangun Kabupaten Sarolangun’, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala, 2(2), 10.
Indonesia, K.K., 2024, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 17 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Kesehatan.
Indonesia, P.P., 2025, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Mukaromah, 2020, ‘Pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan personal hygiene’, Jurnal Medika.
Notoadmodjo & Soekidjo, 2012, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta.
Notoatmodjo, 2010, Ilmu Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta.
Nurmala, I., Rahman, F., Nugroho, A., Erlyani, N. & Laily, N., 2018, Promosi Kesehatan.
Pramesti, Z.P.D., Argaheni, N.B., Sukamto, I.S., Maulina, R. & Nugraheni, A., 2025, ‘Efektivitas Media Edukasi Booklet Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Menstrual Hygiene pada Siswi SMPN 1 Geger’, Jurnal Kesehatan Reproduksi, 11(3).
Safi & Anwar, 2020, ‘Efektivitas metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan pada masyarakat’, Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia.
Sari & Rahmawati, 2021, ‘Efektivitas penyuluhan metode ceramah dalam meningkatkan praktik higiene sanitasi pangan’, Jurnal Promosi Kesehatan, 112–119.
Telew, Joseph & Pinontoan, 2018, ‘Higiene sanitasi makanan dan kejadian foodborne disease’, Jurnal Kesehatan Masyarakat.
World Health Organization, 2025, Foodborne Disease Burden Epidemiology Reference Group (FERG) Update, WHO.
Wulandari, Fitriani & Prasetyo, 2020, ‘Pengaruh media booklet terhadap perubahan perilaku kesehatan pada masyarakat’, Jurnal Pendidikan Kesehatan, 23–30.













