Laporan Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Gangguan Kognitif Dan Risiko Depresi Pada Lansia Diabetes Melitus Melalui Terapi Reminiscence
Main Article Content
Endar Nurcahyati
Suri Salmiyati
Pendahuluan : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, dan kognitif akibat proses penuaan. Gangguan kognitif pada lansia DM dapat mempengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, sedangkan depresi dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengatasi kedua masalah tersebut adalah terapi reminiscence. Terapi reminiscence adalah terapi yang dilakukan dengan mengajak lansia mengingat, menceritakan pengalaman atau kenangan yang pernah dialami dalam kehidupannya
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan gerontik pada lansia dengan diabetes melitus yang mengalami gangguan fungsi kognitif dan risiko depresi melalui intervensi terapi reminiscence sebagai bagian dari upaya peningkatan fungsi kognitif, dan kesejahteraan psikologis lansia.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang lansia penderita Diabetes Melitus di Padukuhan Baturan Lor, Trihanggo, Sleman, Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta penggunaan instrumen Short Portable Mental Status Questionnaire (SPMSQ), Mini Mental State Examination (MMSE), dan Geriatric Depression Scale (GDS). Intervensi yang diberikan berupa terapi reminiscence sebanyak 4 sesi dengan durasi 20–30 menit setiap pertemuan.
Hasil : Hasil pengkajian menunjukkan bahwa klien berusia 97 tahun dengan riwayat Diabetes Melitus selama kurang lebih 50 tahun. Skor SPMSQ menunjukkan kerusakan intelektual ringan dengan 4 kesalahan, skor MMSE 17 yang menunjukkan gangguan kognitif sedang, dan skor GDS 5 yang mengindikasikan kemungkinan depresi. Setelah diberikan terapi reminiscence, terjadi peningkatan fungsi kognitif yang ditunjukkan oleh peningkatan skor MMSE menjadi 25 serta penurunan skor GDS menjadi 3 yang menunjukkan tidak adanya depresi.
Simpulan : Terapi reminiscence efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk meningkatkan fungsi kognitif dan menurunkan risiko depresi pada lansia dengan Diabetes Melitus. Terapi ini mudah diterapkan, aman, serta dapat menjadi alternatif intervensi dalam praktik keperawatan gerontik untuk meningkatkan kualitas hidup lansia
[1] S. Sumarni, “Pengaruh Usia Lanjut terhadap Kesehatan Lansia,” J. Ber. Kesehat., vol. 18, no. 2, pp. 74–79, 2025, doi: 10.58294/jbk.v18i2.312.
[2] F. Ramdhani, “DEMENSIA PADA LANSIA: PENGARUH TERAPI PUZZLE TERHADAP FUNGSI KOGNITIF LANSIA,” vol. 1, no. 2011, pp. 105–112, 2025.
[3] D. Rahmadi, “Nusantara Hasana Journal,” Nusant. Hasana J., vol. 1, no. 7, pp. 132–137, 2024.
[4] Smara, “Depresi pada Lansia Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia,” J. Med. Nusant., vol. 2, no. 1, pp. 218–228, 2024.
[5] R. Alkhilyatul, “HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS Putu,” vol. 2, pp. 306–312, 2024.
[6] B. A. Waskitaningtyas, “HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA DENGAN FUNGSI KOGNITIF LANJUT USIA DI GKJ AMBARRUKMA YOGYAKARTA KARYA,” vol. 2, pp. 306–312, 2024.
[7] S. Mariyam, “Penerapan terapi reminiscence dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia yang hidup sendiri di desa marengan laok kab.sumenep,” Acta Univ. Agric. Silvic. Mendelianae Brun., vol. 53, no. 1, pp. 1–19, 2023, [Online]. Available: http://publications.lib.chalmers.se/records/fulltext/245180/245180.pdf%0Ahttps://hdl.handle.net/20.500.12380/245180%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.jsames.2011.03.003%0Ahttps://doi.org/10.1016/j.gr.2017.08.001%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.precamres.2014.12
[8] F. Muthahharah, “Merangkai Kenangan , Menemukan Makna : Program Reminiscence Therapy Dalam Menurunkan Tingkat Kesepian Pada Lansia Di Panti Sosial Belas Kasih Fitratul Muthahharah Universitas Muhammadiyah Malang Diah Karmiyati Universitas Muhammadiyah Malang Siti Maimunah,” vol. 4, no. 1, pp. 522–528, 2026.
[9] R. A. Anggraini et al., “Literature Review Efektifitas Reminiscence Therapy Terhadap Penurunan Tingkat Depresi Lansia,” Bengawan Nurs. J., vol. 1, no. 01, pp. 25–42, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.ppnisurakarta.org/index.php/bnj/article/view/15
[10] R. W. Hamzah, I. Paneo, A. Nur, and A. Sudirman, “Pengaruh Pemberian Terapi Reminiscence Terhadap Penurunan Ansietas Pada Lansia Di Desa Satria Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo,” vol. 8, pp. 170–178, 2026.
[11] M. B. Safrudin et al., “Penerapan Terapi Reminiscence Terhadap Kesejahteraan Psikologis Lansia : Sebuah Literature Review,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 6, no. 4, pp. 14280–14290, 2025.













