Inovasi Seni Rupa Wayang Figuratif: Kreasi Media Campuran Berbasis Kertas Dan Sedotan Plastik Di SDN 2 Wonosari
Main Article Content
Stevy Puspa Aulya
Osti Nuzula Pakiyana Amanda
Aldi Apriyant
Tomi Meangtara
Muhammad Kemal Nugroho
Dyajeng Rima Rahmatika
Yunita Sari
Vina Musthofa
Rika Nur Amelia
Serly Virlana
Fathiya Zahra Keyla
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi kreativitas siswa melalui inovasi media pembelajaran seni rupa yang interaktif dan ramah lingkungan. Masalah utama yang dihadapi oleh mitra adalah kurangnya variasi media pembelajaran seni di sekolah dasar serta rendahnya kesadaran dan pemanfaatan limbah anorganik di lingkungan sekitar sekolah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan workshop kreatif yang meliputi tahap sosialisasi konsep, demonstrasi teknik mixed media, dan pendampingan praktik secara intensif. Subjek kegiatan adalah 38 siswa SDN 02 Wonosari. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan psikomotorik dan apresiasi seni siswa, di mana seluruh peserta mampu menghasilkan karya wayang figuratif yang memiliki nilai estetika tinggi serta fungsionalitas gerak yang baik. Selain itu, siswa mulai memahami pentingnya pengelolaan sampah plastik secara kreatif. Kesimpulan dari program ini adalah penggabungan material kertas dan sedotan plastik tidak hanya menekan biaya operasional pembelajaran seni, tetapi juga sangat efektif sebagai sarana edukasi ekologis dan pelestarian budaya lokal secara modern di tingkat sekolah dasar.
Fadhillah, M., & Rohman, A. (2026). Analisis tingkat kemandirian siswa SD dalam kegiatan praktik seni rupa. Jurnal Psikologi Pendidikan Anak, 9(1), 55-68.
Fatimah, S., & Nugroho, A. (2024). Tantangan pembelajaran seni wayang di sekolah dasar daerah. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 15(2), 200-214.
Hamalik, O. (2021). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hasanah, U., Lestari, T., & Purnomo, D. (2023). Peran pendidikan seni rupa dalam pengembangan aspek kognitif dan afektif siswa SD. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(2), 210-225.
Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum merdeka: Panduan pembelajaran dan asesmen. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kiatandi, S. (2024). Masterpiece or monsterpiece: Transformasi limbah sedotan menjadi karya visual [Karya seni]. Jakarta: DKV BINUS University.
Munandar, U. (2022). Pengembangan kreativitas anak berbakat (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Ningsih, W., & Setiawan, B. (2025). Teknik pewarnaan pensil warna pada pembelajaran seni rupa di sekolah dasar. Jurnal Seni Rupa dan Pendidikan, 5(2), 123-137.
Nugroho, M. K., & Dewi, S. K. (2025). Perancangan workshop wayang figuratif media campuran untuk siswa SD. Laporan Perencanaan PKM FKIP UMPRI, 2(2), 40-52.
Pramono, H., & Widodo, S. (2024). Seni budaya sebagai media pengenalan warisan bangsa pada generasi muda. Jurnal Pendidikan Kebudayaan, 10(2), 180-195.
Prasetyo, D., & Wardani, L. (2025). Variasi ekspresi kreatif siswa dalam pembuatan wayang dari bahan bekas. Jurnal Estetika dan Pembelajaran Seni, 4(2), 98-112.
Runco, M. A., & Jaeger, G. J. (2022). The standard definition of creativity. Creativity Research Journal, 34(1), 92-106.
Sari, D. P., & Prabowo, H. (2026). Teknik double tip dan lem dalam perakitan kerajinan tangan siswa SD. Jurnal Teknologi Pendidikan, 10(1), 55-69.
Septiani, R., Aulia, N., & Firmansyah, D. (2024). Tingkat partisipasi aktif siswa dalam workshop seni budaya berbasis kearifan lokal. Jurnal Partisipasi dan Pemberdayaan, 5(2), 112-126.
Suryani, N., Widayati, S., & Rochmawati, A. (2025). Potensi integrasi wayang ke dalam kurikulum seni rupa SD. Jurnal Seni dan Pendidikan Dasar, 10(1), 22-37.
UNESCO. (2022). Convention for the safeguarding of the intangible cultural heritage: Basic texts. Paris: UNESCO Publishing.
Wulandari, A., & Saputra, R. (2023). Motif batik nusantara sebagai media edukasi seni budaya di sekolah dasar. Jurnal Seni dan Pendidikan, 5(2), 145-159.













