Asuhan Keperawatan Pada Kasus Aneurisma Aorta Thorakoabdominal Dengan Risiko Penurunan Curah Jantung Di IGD RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Main Article Content
Erli Yuliani
Wawan Febri Ramdani
Aneurisma aorta thorakoabdominal merupakan kelainan pembuluh darah besar yang berisiko tinggi menimbulkan komplikasi serius seperti diseksi, ruptur, dan gangguan perfusi organ. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan medis dan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah perburukan dan meningkatkan keselamatan pasien. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan aneurisma aorta thorakoabdominal disertai diseksi aorta Stanford tipe B dan penyakit jantung hipertensi dengan gagal jantung (CHF). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami keluhan mudah lelah dan nyeri punggung dengan kondisi hemodinamik relatif stabil. Berdasarkan data tersebut, ditetapkan tiga diagnosa keperawatan utama yaitu risiko penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas, dan nyeri akut. Intervensi keperawatan disusun berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI dengan fokus pada pemantauan hemodinamik, pengaturan aktivitas secara bertahap, serta manajemen nyeri. Evaluasi menunjukkan bahwa asuhan keperawatan yang diberikan mampu menjaga stabilitas kondisi pasien, menurunkan keluhan nyeri, dan meningkatkan toleransi aktivitas. Kesimpulan dari karya ilmiah ini menunjukkan bahwa asuhan keperawatan yang komprehensif dan kolaboratif berperan penting dalam mendukung keberhasilan penatalaksanaan pasien dengan aneurisma aorta thorakoabdominal.
Asrial, R., & Tripana, A. H. (2024). Rupture of the abdominal aortic aneurysm in young adult: Is it a real emergency. Journal of Indonesian Society for Vascular and Endovascular Surgery (JINASVS), 3(1), 23–29. https://doi.org/10.36864/jinasvs.v3i1.XXX
Fara, G. R., Marlina, M., & Calnares, M. B. (2024). Teknik implantasi endovascular aneurysm repair pada pasien aneurisma aorta abdominal dengan pendekatan minimal invasif. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 14(2), 87–94. https://doi.org/10.36434/jfk.v14i2.XXX
Harun, A. L. A., Attamimi, L., Latief, N., & Asriyani, S. (2021). Fistula aorta–atrium kanan: Laporan kasus. Jurnal Biomedik, 13(3), 195–201. https://doi.org/10.35790/jbm.13.3.2021.XXX
Octavallen, A., Tanuwijaya, F., Gunadi, J. W., Rahardja, F., & Sanjaya, A. (2023). Efek stent graft pada pasien dengan emergensi aorta: Studi literatur. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 10(2), 112–121. https://doi.org/10.33024/jikk.v10i2.XXX
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2017). Standar diagnosis keperawatan Indonesia: Definisi dan indikator diagnostik (Edisi 1). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar luaran keperawatan Indonesia: Definisi dan kriteria hasil keperawatan (Edisi 1). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar intervensi keperawatan Indonesia: Definisi dan tindakan keperawatan (Edisi 1). Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Purwowiyoto, S. L., & Asanti, R. (2024). Skrining kardiovaskular pada pasien dengan sindroma Marfan: Laporan kasus dan tinjauan pustaka. HEME: Health and Medical Journal, 6(1), 45–52. https://doi.org/10.33086/heme.v6i1.XXX













