Jejak Niskala: Kampanye Budaya untuk Mengenalkan Kembali Urban Legend kepada Generasi Muda
Main Article Content
Winda Dwi Klarisa
Nasywa Faridatussalima
Risma Novita
Izzatunnisa Isnaeni
Diana Kartika Sari
Nadya Arin Vellycia
Qonita Rohadathul Aisysaptiyadi
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola masyarakat dalam memperoleh informasi sehingga budaya lisan, seperti urban legend, mitos, dan cerita rakyat, semakin kurang dikenal oleh generasi muda. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi upaya pelestarian budaya lokal yang memerlukan pendekatan inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan kampanye budaya Jejak Niskala sebagai media untuk mengenalkan kembali urban legend kepada generasi muda sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan kegiatan, yaitu kampanye digital melalui media sosial Instagram dan TikTok, promosi langsung kepada masyarakat, serta penyelenggaraan acara puncak yang meliputi sesi storytelling, pameran budaya, dan permainan interaktif. Evaluasi dilakukan melalui observasi selama kegiatan, dokumentasi, serta respons peserta terhadap seluruh rangkaian program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital yang dipadukan dengan interaksi langsung mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan menarik minat generasi muda untuk mengenal kembali urban legend sebagai bagian dari warisan budaya lokal. Antusiasme peserta selama kampanye maupun acara puncak menunjukkan bahwa penyampaian budaya dengan konsep yang edukatif, kreatif, dan interaktif lebih mudah diterima oleh generasi muda. Dengan demikian, Jejak Niskala membuktikan bahwa kolaborasi antara media digital dan aktivitas partisipatif dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pelestarian budaya lokal di era digital
Candra, A. P. (2025). Model konseptual pelestarian cerita rakyat Nusantara berbasis AI generatif dan visualisasi interaktif. Jurnal Media Digital, 2(1). https://doi.org/10.69969/jmd .v2i1.175
Fadhilasari, I., & Rahmanto, M. N. (2021). Nilai budaya dan sistem kepercayaan dalam legenda Raden Ayu Oncattondo Wurung: Kajian folklor. SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 3(1), 34–45. htt ps://doi.org/10.15642/suluk.2021.3.1.34-45
Gafallo, M. F. Y., Iriansyah, A., & Adiansyah. (2022). Budaya partisipasi dan resistensi komunitas keagamaan di media sosial. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 26(2). https://doi.org/10.17933/jsk m.2022.4902
Hidayat, S., Bachtiar, B. M., & Ardian, R. (2025). Memperkuat identitas nasional melalui generasi muda dalam melestarikan budaya lokal di Sanggar Astagiri Kabupaten Kuningan. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK), 5(2). https://doi.org/10.36085/jupank.v5i2.9257
Jumardi. (2020). Relevansi nilai-nilai sejarah lokal dan nasionalisme generasi muda. Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(1), 74–89. https://journa l.unj.ac.id/unj/index.php/jps/article/view/14269
Nua, S. P., Isla, M., Gobel, C. Y., & Hunowu, R. P. S. (2025). Optimalisasi pelestarian budaya lokal menggunakan augmented reality sebagai media pembelajaran inovatif generasi muda. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 12(1). https://doi.org/10.306 05/onoma.v12i1.7722
Setiartin, T., Hidayat, E. W., Mustofa, R. F., & Putra, A. W. (2024). Transformasi cerita rakyat ke multimedia interaktif: Inovasi digital sebagai bahan ajar. Diksa: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 93–105. https://doi.org/10.33369/di ksa.v10i2.37344
Silalahi, W., & Kusumo, V. K. (2023). Urgensi komunikasi di era digital terhadap pelestarian kearifan lokal di Indonesia. Jurnal Serina Sosial Humaniora, 1(1). https://doi.org/10. 24912/jssh.v1i1.24544
Sirait, J., Thesalonica, Hutahaean, E. H., & Sinaga, D. W. (2025). Analisis peran media sosial TikTok dalam upaya pelestarian budaya Batak oleh remaja Gen Z. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.40428
Triana, N., & Hendriyani. (2022). Pengaruh persepsi risiko, pencarian dan pemrosesan informasi risiko, serta perilaku komunikasi terhadap intensi perilaku. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 26(2). http s://doi.org/10.17933/jskm.2022.4694
Wibawa, S., & Awaliah, Y. R. (2022). Literasi kebudayaan melalui media sosial. Jurnal IKADBUDI, 10(1). https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v10i1.49910
Widyastitieningrum, S. R., & Herdiani, E. (2023). Pelestarian budaya Jawa: Inovasi dalam bentuk pertunjukan Wayang Orang Sriwedari. Panggung, 33(1), 58–71. https://doi. org/10.26742/panggung.v33i1.1752
Zahrani, I. P., Purwanto, E., Ardiyanti, N., Lusiyanti, S., & Riani, A. E. (2025). Media sebagai alat penguatan budaya lokal di tengah arus globalisasi. Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(3). https://do i.org/10.47134/dkv.v2i3.4281













