Pengaruh Berita Hoaks Di Media Sosial Dan Dampaknya Terhadap Masyarakat Pada Era Digital
Main Article Content
Naufal Halim Azfi
Hifzan Hibatul Haqqi
Emmanuelle Levy Heryanto
Gabriella Hardinasti Sitorus
Farell Haidar Akbar
Ghazy Ijlal Rafif
Era digital memunculkan paradoks: kemudahan akses informasi yang belum pernah ada sebelumnya berjalan beriringan dengan ledakan berita palsu (hoaks) yang menyebar lebih cepat dan lebih luas daripada informasi yang benar. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik penyebaran, faktor penyebab, dampak, serta upaya penanggulangan hoaks di media sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur (literature review) terhadap artikel jurnal ilmiah dan buku akademik terindeks, dengan mengutamakan publikasi dalam satu dekade terakhir. Temuan menunjukkan bahwa penyebaran hoaks dipercepat oleh tiga katalis utama, yaitu (1) algoritma rekomendasi platform yang menciptakan echo chamber dan filter bubble; (2) ruang privat atau dark social seperti grup percakapan yang sulit dijangkau pemeriksa fakta; serta (3) confirmation bias yang membuat individu menerima hoaks bukan karena kurang informasi, melainkan karena hoaks tersebut mengonfirmasi keyakinan pribadi. Hoaks menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan, dampak sosial berupa polarisasi dan potensi konflik horizontal, serta dampak politik berupa pelemahan kepercayaan publik dan delegitimasi proses demokrasi. Upaya literasi digital dan regulasi hukum telah dilakukan, tetapi efektivitasnya masih terbatas karena bersifat reaktif dan belum menyentuh akar persoalan pada desain algoritma. Diperlukan pendekatan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan menggabungkan inokulasi psikologis (prebunking), reformasi algoritma platform, penguatan komunitas, dan literasi digital lintas generasi.
Ceylan, G., Anderson, I. A., & Wood, W. (2023). Sharing of misinformation is habitual, not just lazy or biased. Proceedings of the National Academy of Sciences, 120(4), 1–8. https://doi.org/10.1073/pnas.2216614120
Fajarini, S. D., Yuliani, F., & Kurniawati, J. (2025). Peran algoritma media sosial dalam membentuk filter bubble dan echo chamber di kalangan milenial dan Gen Z kota. Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1).
Handini, H., Mubarok, A. F., & Kholiq, M. A. (2021). Keterpaparan hoaks vaksin Covid-19 dalam proses kognitif warganet Indonesia. Academic Journal of Da’wa and Communication, 2(2), 151–186. https://doi.org/10.22515/ajdc.v2i2.3840
Juditha, C., & Darmawan, J. J. (2024). Komunikasi politik terkait hoaks pada Pemilu Presiden Indonesia 2024. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 28(2), 167–182. https://doi.org/10.17933/jskm.2024.5682
Kalogeropoulos, A., & Rossini, P. (2025). Unraveling WhatsApp group dynamics to understand the threat of misinformation in messaging apps. New Media and Society, 27(3), 1625–1650. https://doi.org/10.1177/14614448231199247
Kustiawan, W., Sajida, I., Bahri, F. F., Safitri, I., Mardiah, A., Manurung, A. F. Q., & Thariq, M. I. (2024). Peran media online dalam mengatasi hoaks & misinformasi. Jurnal Mudabbir, 4(2), 278–288.
Olan, F., Jayawickrama, U., Arakpogun, E. O., Suklan, J., & Liu, S. (2024). Fake news on social media: The impact on society. Information Systems Frontiers, 26(2), 443–458. https://doi.org/10.1007/s10796-022-10242-z
Pariser, E. (2011). The filter bubble: How the new personalized web is changing what we read and how we think. Penguin Press.
Piksa, M., Noworyta, K., Gundersen, A., Kunst, J., Morzy, M., Piasecki, J., & Rygula, R. (2024). The impact of confirmation bias awareness on mitigating susceptibility to misinformation. Frontiers in Public Health, 1–8. https://doi.org/10.3389/fpubh.2024.1414864
Rico, E. R. O., & Sulistyowati, F. (2024). Peran literasi digital remaja dalam menghadapi penyebaran berita hoaks. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 3(1), 38–46.
Sarjito, A. (2024). Hoaks, disinformasi, dan ketahanan nasional: Ancaman teknologi informasi dalam masyarakat digital Indonesia. Jurnal Ketahanan Nasional, 175–186.
Sunstein, C. R. (2017). #Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton University Press. https://press.princeton.edu/books/hardcover/9780691175515/republic
Tomassi, A., Falegnami, A., & Romano, E. (2024). Mapping automatic social media information disorder: The role of bots and AI in spreading misleading information in society. PLoS ONE, 19(5). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0303183
Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). The spread of true and false news online. Science, 359(6380), 1146–1151. https://doi.org/10.1126/science.aap9559
Xu, G., Qian, M., & Meng, L. (2025). Misinformation dissemination on social media: Key research themes and evolutionary paths between 2013 and 2023. Humanities and Social Sciences Communications, 12(1), 1–15. https://doi.org/10.1057/s41599-025-06067-1













