Edukasi Pola Asuh dan Pemantauan Tumbuh Kembang Untuk Pencegahan Stunting Anak di Sulawesi Tengah
Main Article Content
Idawati
Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang signifikan di Provinsi Sulawesi Tengah dengan prevalensi 28,2% berdasarkan SSGI 2022, melampaui rata-rata nasional. Upaya pencegahan melalui edukasi pola asuh pada fasilitas kesehatan primer berbasis institusi Polri masih sangat terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak dalam rangka pencegahan stunting di Klinik Biddokkes Polda Sulawesi Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Juni 2026 dengan melibatkan 25 anak usia 0–12 tahun melalui tahapan persiapan, pelaksanaan edukasi, pengukuran antropometri, konseling individu, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil pengukuran menunjukkan 64,0% anak berstatus gizi normal, 24,0% pendek (berisiko stunting), dan 12,0% sangat pendek (stunting) berdasarkan Z-score TB/U. Evaluasi pengetahuan orang tua menunjukkan peningkatan rerata skor dari 52,4 (pre-test) menjadi 78,6 (post-test), dengan proporsi kategori Baik meningkat dari 16,0% menjadi 64,0%. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi tatap muka menggunakan media poster dan video efektif meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai pola asuh gizi dan pencegahan stunting, sekaligus menjadi model intervensi yang potensial untuk direplikasi pada fasilitas kesehatan institusional lainnya di Sulawesi Tengah.
Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Sulawesi Tengah. (2023). Peringatan Harganas: Wagub-Angka Prevalensi Stunting Di Sulawesi Tengah Mencapai 28,2%. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Azkiyah, Susanti, Yuniastuti, Zaenafree, & Christijanti. (2025). Pengaruh Pola Asuh Ibu, Pelayanan Kesehatan, dan Kesehatan Lingkungan Terhadap Kasus Stunting. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2021). Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Pada Percepat Penurunan Stunting Di Indonesia. BKKBN.
Diba N. F, Habo, H, & Andayanie, E. (2025). Studi Spasial Determinan Kejadian Stunting Pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Binanga Mamuju. Window of Public Health Journal, 316-329.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2025). Potret Stunting di Indonesia-Infografis SSGI 2024. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; , Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Hasil Utama Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2025). SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Menjadi 19,8% . Kemenkes RI.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2023). Roadshow Percepatan Penurunan Stunting: Prevalensi stunting Sulawesi Tengah. Schoolmedia News.
Kusumadewi, R, Kamidah, K, Yuliaswati E, & Yuntafiatul Y. (2024). Pengaruh Kelas Ibu Hamil Terhadap Pencegahan Stunting. Avicenna Journal of Health Research, 40-55.
Listiana F., Maritasari D. Y, Aziza, N, Rukmana, N. M, & Yuntafiatul Y. (2025). Hubungan Pola Asuh Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan. Holistik Jurnal Kesehatan, 110-116.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Sekretariat Negara RI.
Tim Percepatan Penurunan Stunting Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. (2025). SSGI 2024: Prevalensi Stunting Nasional Turun Jadi 19,8% Capai Angka Di Bawah Proyeksi Bappenas. Setwapres RI.
Wahyuningsih, dkk.;. (2024). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Studi Di Kota Palembang. Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO).













