Pohon Berigin Sebagai Ide Penciptaan Karya Seni Lukis
Main Article Content
Zahra Jannah
Armen Nazaruddin
Pohon beringin merupakan salah satu pohon yang memiliki bentuk visual yang unik dan karakteristik yang kuat seperti batang yang besar, tajuk yang rimbun, akar gantung yang menjuntai, serta pencabangan yang kompleks. Keunikan bentuk tersebut yang menjadi daya tarik tersendiri untuk di jadikan sebagai sumber ide dalam penciptaan karya seni lukis. Karya ini bertujuan untuk menciptakan lukisan dekoratif yang terinspirasi dari bentuk dan keindahan pohon beringin dengan mengolah unsur-unsur visualnya ke dalam yang lebih estetis dan dekoratif. Metode penciptaan karya silakukan melalui tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan pada karya. Pada tahap eksplorasi dilakukan pengamatan terhadap bentuk, struktur, dan karakter pohon beringin, tahap perancangan dilakukan dengan membuat sketsa alternatif dan penyusunan komposisi visual. Tahap perwujudan di wujudkan melalui teknik plakat, penyederhanaan bentuk, penambahan ornamen, serta pengolahan warna untuk menghasilkan kesan artistik yang harmonis. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa pohon beringin memiliki potensi visual yang kaya untuk dikembangkan menjadi karya seni lukis dekoratif. Bentuk batang, akar, daun, cabang yang beragam memberikan peluang dalam menciptakan komposisi yang menarik, dinamis, dan bernilai estetis. Melalui karya ini pohon beringin tidak hanya dihadirkan sebagai objek alam, tetapi juga sebagai keindahan yang diwujudkan dalam betuk karya seni lukis dekoratif.
Arnheim, R. (1954). Art and Visual Perception: A psychology of the creative eye. Berkeley, CA: University of California Press.
Fedelman, Edmund, Burke. (1967). Art As Image And Idea. New Jersey: Prentice-Hall.
Gustami. (2007). Butir-butir Mutiara Estetika Timur: Ide dasar penciptaan seni kriya Indonesia. Yogyakarta: Prasista.
Itten, J. (1961). The Art of Color: The Subjective Experience and Objective Rationale of Color. New York, NY: Van Nostrand Reinhold Company.
Kandinsky, Wassily. (1926). Point And Line To Plane. Munich: Albert Langen Verlag.
Kartika, Dharsono, Sony. (2004). Seni Rupa: Prinsip dan unsur rupa. Bandung: Rekayasa Sains.
. (2004). Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains.
. (2007). Seni Rupa: Prinsip dan unsur rupa. Bandung: Rekayasa Sains.
. (2017). Seni Rupa: Prinsip dan unsur rupa. Bandung: Rekayasa Sains.
Kusnadi. (1976). Seni Lukis Dekoratif. Yogyakarta: Lumbung Pustaka Universitas Negeri Yogyakarta.
Ocvirk, O. G., Stinson, R. E., Wigg, P. R., Bone, R. O, & Cayton, D. L. (2013). Art Fundamentals: Theory and Practice (12th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
. (1968). Art Fundamentals: Theory and Practice. Dubuque: Wm. C. Brouwn.
Raven, P. H., Evert, R. F., & Eichhorn, S. E. (2013). Biology of Plants (8th ed.). New York, NY: W. H. Freeman and Company.
Read, Herbert. (1951). The Meaning of Art. London, England: Penguin Books.
. (1959). The Meaning of Art. London, England: Penguin Books.
Soedarso, SP. (2006). Trilogi Seni: Penciptaan, Eksentensi, dan Kegunaan Seni. Yogyakarta: Badan Penerbit Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
. (1990). Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar Untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Saku Daya Sana.
Tjitrosoepomo, Gembong. (2005). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sumber lain:
JURNAL
Ornamen: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Kriya Institut Seni Indonesia (ISI)Surakarta.













