Melampaui Legalisme Keadilan: Rekonstruksi Paradigma Tauhid Integratif-Holistik Sebagai Basis Transformasi Sosial
Main Article Content
Lutfi Nabila Anas Tasya
Bilqis Malikatul Lutfiya
Feri Fadhly
Ali Hasan Siswanto
Krisis Diskursus keadilan dalam masyarakat kontemporer menghadapi paradoks serius: intensifikasi wacana normatif tidak berbanding lurus dengan realisasi praksis yang adil. Keadilan kerap direduksi menjadi kerangka legal-formal dan prosedural, sehingga kehilangan dimensi etis-spiritual yang dalam tradisi Islam berakar pada prinsip tauhid dan nilai al-‘adl. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada dominasi pendekatan positivistik dan struktural dalam studi keadilan yang cenderung mengabaikan integrasi dimensi spiritual, psikologis, dan sosial sebagai satu kesatuan transformasional. Artikel ini bertujuan merekonstruksi paradigma keadilan melalui pendekatan teoritis tauhid integratif-holistik, yang menggabungkan perspektif teologi Islam, filsafat sosial, dan tasawuf.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-konseptual dengan pendekatan filosofis-teologis dan analisis kritis terhadap literatur klasik (turats) serta kajian kontemporer. Argumen utama artikel ini menegaskan bahwa kegagalan mewujudkan keadilan substantif bersumber dari absennya transformasi kesadaran individu yang terhubung dengan dimensi Ilahiah. Oleh karena itu, keadilan harus dipahami sebagai proses integratif antara inner transformation (tazkiyat al-nafs) dan outer transformation (rekonstruksi struktur sosial).
Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan model baru keadilan berbasis Konseling Tauhid Integratif-Holistik yang menempatkan manusia sebagai subjek spiritual sekaligus agen perubahan sosial. Model ini tidak hanya memperluas horizon teoretis dalam studi Islam dan filsafat keadilan, tetapi juga menawarkan kerangka praksis bagi transformasi masyarakat yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada nilai transendental.
Adiyono, A., Ni’am, S., & Akhyak, A. (2024). Methodology of Islamic Studies: Islam as Religion (A Perspective Epistemology, Paradigm, and Methodology). Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 24(1), 169–200. https://doi.org/10.24042/ajsk.v24i1.22636
Agus Anwar Pahutar. (2025). Transformation of Contemporary Islamic Justice: Integratioon of Juridical Norms and Socio-Cultural Traditions in Indonesia. 11(01).
Ariyanto, F., Andayani, D., & Widjaya, A. (t.t.). Pendekatan Teologi Islam dalam Menghadapi Masalah Sosial Modern. 2025, 2(1). https://doi.org/https://doi.org/10.34306/alwaarits.v2i1.727
Bambang Saputra. (2023). Perception of Justice, Citizens’ Trust and Participation in a Democratic Islamic Society,’’ (Bag. 79). HTS Teologues Studies/ Theological Studies, 01.
Belhaj, A. (2025). Injustice in Contemporary Islamic Theology: Explanation, Punishment and the Hereafter. Religions, 16(10), 1304. https://doi.org/10.3390/rel16101304
Djidin, M. (2024a). Qur’anic Values as a Foundation for Social Change in Modern Society. IQRO: Journal of Islamic Education, 7(2), 234–243. https://doi.org/10.24256/iqro.v7i2.5613
Djidin, M. (2024b). Qur’anic Values as a Foundation for Social Change in Modern Society. IQRO: Journal of Islamic Education, 7(2), 234–243. https://doi.org/10.24256/iqro.v7i2.5613
Fadly, A., & Hayati, N. (2025). Epistemologi Penelitian Kualitatif Dalam Pendidikan Agama Islam Kontemporer (Bag. 02). 01, 259–268.
Harahap, E. W., & Latifah, S. (2025). Spiritualitas Islam sebagai Landasan Regulasi Hukum Ekonomi Syariah; Studi Integratif Teori dan Praktik. Al-Muamalat Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah, 9(2), 70–84. https://doi.org/10.32505/muamalat.v9i1.10722
Ismiyanti, Y., Rusdian, S., Hidayatullah, A. M., Rukmana, A. R., Kamal, A., & Ali, M. Y. (2025a). Exploring Islamic Theology in Building Social Harmony in Multicultural Societies. 2(2).
Ismiyanti, Y., Rusdian, S., Hidayatullah, A. M., Rukmana, A. R., Kamal, A., & Ali, M. Y. (2025b). Exploring Islamic Theology in Building Social Harmony in Multicultural Societies. 2(2).
Mohamad Saripudin and Amirul Hazmi Hamdan. (2022). “‘Toward a Postive Psychology of Islam and Muslims: Sprirtuality, Struggle, and Social Justice,’” (Bag. 10). 02.
Nurachman, I., Sapdi, R. M., & Kusnadi, E. (2026). Analisis Filosofis Pilihan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran dalam Penelitian Manajemen Pendidikan Islam. 9.
Pahutar, A. A., Siregar, N. H., Sa, S., Asmaret, D., & Kamal, T. (2025). Transformation of Contemporary Islamic Justice: Integration of Juridical Norms and Socio-Cultural Traditions in Indonesia. 11(1).
Pariyanti, E., Adawiyah, W. R., & Wulandari, S. Z. (2022). Organizational Justice, Job stress, and Cyberloafing: The Moderating Role of Islamic Workplace Spirituality. 17(3), 90–105.
Pariyanti, E., Adawiyah, W. R., & Wulandari, S. Z. (2022). Organizational Justice, Job stress, and Cyberloafing: The Moderating Role of Islamic Workplace Spirituality.
Rahman, A., Sesmiarni, Z., & Dina, H. (2025). A Multidimensional Qualitative Approach: Synthesizing Western and Islamic Research Paradigms. 10.
Romdloni, M. A., Yauwan Tobing Lukiyono, Muhammad Sukron Djazilan, & Akhwani. (2025). ASWAJA Education as an Alternative Healing Drug Addiction. Journal of Islamic Civilization, 6(2), 181–188. https://doi.org/10.33086/jic.v6i2.6111
Saputra, B., I. Alghamdi, M., Ali Hussein Al-Khafaji, F., Abdel Amir Al-Salami, A., Alexis Ramírez-Coronel, A., & Muda, I. (2023). Perception of justice, citizens’ trust and participation in a democratic Islamic society. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79(1). https://doi.org/10.4102/hts.v79i1.8274
Sholikha, D. W., Syahidah, W. N., & Anwar, N. (2023). Metodologi Studi Islam: Tinjauan Filosofis, Sejarah, dan Teologis dalam Pencarian Kebenaran Keagamaan. 7.
Tahrir, T., Malik, A. S., & Augustiya, T. (2025). Al-Qur’an-Based Justice Scale: Construction and Psychometric Properties. Psikis : Jurnal Psikologi Islami, 11(1), 150–164. https://doi.org/10.19109/psikis.v11i1.27507













