Kontras dalam Memperkuat Penyampaian Emosi Tokoh Hana pada Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Karya Yandy Laurens
Main Article Content
Sarah Galuh Puspita
Vicia Dwi Prakarti DB
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kontras dalam sinematografi hitam putih digunakan untuk memperkuat penyampaian emosi tokoh Hana dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023) karya Yandy Laurens. Film ini menarik karena menggunakan visual hitam putih bukan sebagai penanda kilas balik, melainkan sebagai strategi estetika untuk merepresentasikan kondisi psikologis tokoh. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis adegan. Landasan teori yang digunakan meliputi teori hitam putih Rudolf Arnheim, teori editing kontras Alexis Van Hurkman, teori film David Bordwell dan Kristin Thompson, serta teori emosi David Krech dan Richard S. Crutchfield. Data dikumpulkan melalui observasi film dan studi pustaka. Dari total 128 scene, tokoh Hana muncul dalam 61 scene, dan delapan scene dipilih sebagai sampel utama analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan kontras melalui lift, gamma, dan gain berfungsi sebagai bahasa visual untuk memperkuat emosi sedih, takut, marah, ragu, dan penerimaan yang dialami Hana. Dominasi bayangan dan midtone gelap menegaskan suasana duka dan penekanan emosi, sedangkan komposisi tonal yang lebih seimbang menunjukkan proses transformasi emosional tokoh.
Arnheim, Rudolf. 1957. Film as Art. Berkeley and Los Angeles: University of California Press.
ANTARA News. 2023. “Jatuh Cinta Seperti di Film-Film Usung Konsep Visual Hitam Putih.” https://www.antaranews.com/berita/3413022/jatuh-cinta-seperti-di-film-film-usung-konsep-visual-hitam-putih.
Bordwell, David, dan Kristin Thompson. 2019. Film Art: An Introduction. Edisi ke-12. New York: McGraw-Hill Education.
Cahyaningrum, Regina Advenia, Raihan Dwi Nugraha, Martinetta Kriswandany, dan Lucia Ratnaningdyah Setyowati. 2019. “Penggunaan Lensa Anamorphic dan Cool Color Temperature dalam Film Fractured sebagai Penguat Ketidakstabilan Emosi Karakter Ray Monroe.” Capture: Jurnal Seni Media Rekam, 11(1): 1–11.
Creswell, John W., dan Cheryl N. Poth. 2018. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Edisi ke-4. Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Egri, Lajos. 1960. The Art of Dramatic Writing: Its Basis in the Creative Interpretation of Human Motives. New York: Simon and Schuster.
Film Indonesia. n.d. “Filmografi Hendra Adhi Susanto.” https://filmindonesia.or.id/nama/nmp5a8c17a8d555a-hendra-adhi-susanto/filmografi.
Kompas.com. 2023. “Makna Format Hitam Putih dalam Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film.” https://www.kompas.com/hype/read/2023/11/28/183940966/makna-format-hitam-putih-dalam-film-jatuh-cinta-seperti-di-film-film.
Krech, David, dan Richard S. Crutchfield. 1969. Elements of Psychology. Edisi ke-2. New York: Alfred A. Knopf.
Kurungbuka.com. n.d. “Tokoh Hana dalam Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film.” https://kurungbuka.com.
Laurens, Yandy, sutradara. 2023. Jatuh Cinta Seperti di Film-Film. Jakarta: Imajinari Pictures.
Moleong, Lexy J. 2018. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Raditya Dika. (2023). Podcast bersama Yandy Laurens tentang proses kreatif Jatuh Cinta Seperti di Film-Film. YouTube.
Syahani, Isfiya, dan Arif Ardy Wibowo. 2024. “Analisis Naratif Tzvetan Todorov pada Film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film.” Avant Garde: Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(2): 189–205.
Tanjung, Putri Nabila, dan Dani Manesah. 2024. “Analisis Color Grading dalam Menampilkan Adegan Flashback pada Film Bebas.” Jurnal Audiens, 5(3): 129–136.
Van Hurkman, Alexis. 2014. Color Correction Handbook: Professional Techniques for Video and Cinema. Edisi ke-2. Berkeley, CA: Peachpit Press.













