Evaluasi Kinerja Pengelolaan Sampah Berbasis Indikator Manajemen Pelayanan Publik pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat
Main Article Content
Elida
Permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Sanggau masih menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan masyarakat dengan kualitas pelayanan yang diberikan, terutama terkait keterlambatan pengangkutan, keterbatasan fasilitas, dan rendahnya respons terhadap keluhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pengelolaan sampah berdasarkan indikator manajemen pelayanan publik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi terhadap 80 responden, serta dianalisis menggunakan skala Likert berdasarkan dimensi SERVQUAL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pengelolaan sampah berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata 3,34, di mana dimensi assurance dan empathy tergolong baik, sedangkan tangibles, reliability, dan responsiveness masih menjadi kelemahan utama. Selain itu, kinerja dipengaruhi oleh faktor internal berupa keterbatasan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sistem operasional, serta faktor eksternal seperti rendahnya partisipasi masyarakat, kondisi geografis, dan kurangnya edukasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sarana prasarana, optimalisasi sumber daya manusia, serta penguatan edukasi masyarakat guna meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Darmawangsa. (2024). Manajemen pelayanan publik modern. Jakarta: Rajawali Pers.
Effendy, O. U. (2023). Ilmu komunikasi teori dan praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hardiyansyah. (2020). Kualitas pelayanan publik: Konsep, dimensi, indikator dan implementasinya. Yogyakarta: Gava Media.
Hasanah. (2022). Analisis efektivitas kebijakan pengelolaan sampah daerah. Jurnal Administrasi Publik, 10(2), 115–128.
Hasanah, U., & Effendy, K. (2023). Pengaruh partisipasi masyarakat terhadap efektivitas pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik, 11(3), 145–158.
Magdalena. (2022). Pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Bandung: Alfabeta.
Nurkholis. (2021). Manajemen berbasis sekolah dan masyarakat. Jakarta: Grasindo.
Oktafiani. (2023). Implementasi teknologi dalam pengelolaan sampah berbasis daerah. Jurnal Inovasi Publik, 5(1), 45–58.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (2020). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
Pratiwi. (2023). Analisis kualitas pelayanan pengelolaan sampah menggunakan pendekatan SERVQUAL. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 7(1), 67–80.
Putri, R., & Muanas, M. (2021). Analisis kualitas pelayanan pengelolaan sampah perkotaan berbasis dimensi SERVQUAL. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 13(2), 101–112.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2021). Management (15th ed.). Pearson Education.
Sabir, A. (2022). Evaluasi kinerja pelayanan publik dalam pengelolaan sampah di tingkat daerah. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 18(1), 55–68.
Simangunsong. (2021). Inovasi pelayanan publik berbasis teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Jurnal Administrasi Negara, 9(2), 89–102.
Sinambela, L. P. (2021). Reformasi pelayanan publik: Teori, kebijakan, dan implementasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Siregar. (2022). Pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di daerah perkotaan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(1), 33–44.
Tjiptono, F. (2020). Strategi pemasaran dan kualitas layanan. Yogyakarta: Andi.
Wicaksono. (2024). Evaluasi kinerja pelayanan publik dalam pengelolaan sampah daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 12(1), 21–35.
Widodo, J. (2022). Analisis kebijakan publik: Konsep dan aplikasi. Malang: Bayumedia Publishing.













