Perancangan Media Informasi Terkait Reparenting Untuk Mahasiswa
Main Article Content
Tata Triavenza Saputri
Harissman
Rias Wita Suryani
Pola asuh merupakan hal yang penting dalam perkembangan manusia. Namun kurangnya informasi mengenai hal tersebut menimbulkan adanya pola asuh yang salah. Hal ini mengakibatkan seorang anak tumbuh dengan sifat-sifat negatif yang dibawa dari kecil. Beberapa mahasiswa sadar bahwa ini harus diubah dan mulai muncul kesadaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Terdapat solusi untuk hal ini, yakni reparenting. Namun informasi tentang reparenting juga masih terbatas. Untuk itu dibutuhkan media yang tepat untuk menginformasi hal ini, yakni media audio visual berjenis motion graphic yang dapat disebarluaskan secara digital. Metode yang digunakan dalam perancangan ini menggunakan metode analisis AISAS (Attention, Intrerest, Search, Action, Share). Proses pengumpulan data terdiri dari studi pustaka, wawancara, dan kuisioner. Dalam proses penciptaan karya, telah dilalui beberapa tahap seperti brainstorming, pembuatan moodboard, studi tipografi, studi warna, storyboard, pembuatan aset digital, dan proses animasi. Dibutuhkan pula media tambahan untuk mengimplementasikan informasi yang telah didapat dan membantu promosi. Media pendukung yang digunakan adalah buku jurnal, pena, poster, x-banner, dan konten media sosial. Hasilnya adalah target audiens memahami informasi yang disampaikan dan merapkannya dalam keghidupan sehari-hari.
Andriarto. (2017). Pola asuh otoriter dalam mendidik anak di keluarga GKS Kambajawa. Jurnal Shanan, 1(1), 109–135.
Arief. (2020). Efektivitas media pembelajaran berbasis video animasi untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(3), 710–721.
Badriah, E. R. (2018). Pola asuh orang tua dalam mengembangkan potensi anak melalui homeschooling di Kancil Cendikia. Comm-Edu (Community Education Journal), 1(1), 1–8.
Bahri, S. (2010). Strategi belajar mengajar. Rineka Cipta.
Binanto, I. (2010). Multimedia digital-dasar teori dan pengembangannya. Andi.
Bradshaw, J. (2018). Homecoming: Reclaiming and championing your inner child. Bantam Books.
Clarke, J. (2015). Reparenting. Jurnal Empirical Study on Engagement, 54, 170–179.
Davis, S. (2020). Reparenting to heal the wounded inner child. CPTSD and Inner Child Work, 3(6), 713–714.
Djamarah, S. B. (2018). Pola asuh orang tua dan komunikasi dalam keluarga. PT Rineka Cipta.
Elfira. (2023). Pemasaran digital @stripesmestore di Instagram. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(5), 375–564.
Fitri, K. (2014). Perbedaan pola pengasuhan anak berdasarkan tingkat pendapatan keluarga. Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan, 8(5), 2597–4521.
Haller, K. (2019). The little book of colour: How to use the psychology of colour to transform your life. Penguin Random House.
Hersey, P. (2020). Management of children behavior. Pearson Prentice Hall.
Hurlock, E. B. (2011). Life–span development: Perkembangan masa hidup (Edisi 13, Jilid II). Erlangga.
James, J. (2019). The body language. PT. Ufuk Publishing House.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2023). Survei nasional pengalaman hidup anak dan remaja. Politeknik Kesejahteraan Sosial.
Krasner, J. (2008). Motion graphic design: Applied history and aesthetics. Focal Press.
Laras, N. (2023). Analisis romantisme dalam film Habibie Ainun: Semiotika Ferdinand de Saussure. Journal of Digital Communication Design, 2(1), 35–41.
Melisa. (2013). Media audio visual untuk pengajaran, penerangan dan penyuluhan. PT. Gramedia.
Nadya Asyafina & Salam, N. E. (2022). Fenomena pelaku self-harm di Kota Pekanbaru. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(3), 13930–13936.
Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
OECD. (2018). PISA 2018 results: Combined executive summaries. OECD Publishing.
Pagarra, H. (2022). Pengaruh penggunaan video pembelajaran IPA terhadap minat belajar. Jurnal Publikasi Pendidikan, 8(1).
Raditya. (2020). Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 567–574.
Rahmi, S. (2022). Bimbingan dan konseling pribadi sosial. Syiah Kuala University Press.
Surianti. (2022). Inner child: Memahami dan mengatasi luka masa kecil. MIMBAR: Jurnal Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 8(2), 9–18.













