Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Ronde Keperawatan Di Ruang Rawat Inap
Main Article Content
Putri Kumbara
Asmawati
Conny Oktizulvia
Pelaksanaan ronde keperawatan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan yang bertujuan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan melalui diskusi, evaluasi, dan pembelajaran langsung di ruang rawat inap. Hasil survei awal menunjukkan bahwa sebagian besar responden, yaitu 5 orang (62,5%) memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang memadai mengenai prosedur dan tujuan ronde keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan norma subjektif perawat dengan pelaksanaan ronde keperawatan di ruang rawat inap RSUD dr. Rasidin Padang tahun 2025.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap RSUD dr. Rasidin Padang pada bulan Februari sampai Agustus 2025. Sampel berjumlah 45 orang perawat yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (62,2%) belum melaksanakan ronde keperawatan secara baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi (51,1%), sikap positif (75,6%), dan norma subjektif positif (75,6%). Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan norma subjektif dengan pelaksanaan ronde keperawatan (p-value = 0,000).
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan, sikap, dan norma subjektif perawat berhubungan secara bermakna dengan pelaksanaan ronde keperawatan. Disarankan kepada pihak manajemen rumah sakit untuk meningkatkan dukungan organisasi, supervisi, serta program pengembangan kompetensi perawat secara berkelanjutan agar pelaksanaan ronde keperawatan dapat berjalan optimal dan mutu pelayanan keperawatan semakin meningkat.
[1] Y. Ananda, M. R. Muliantino, Muthamainnah, and Nelwati, “Pelaksanaan Ronde Keperawatan terhadap Tingkat Pengetahuan Perawat Di Ruang Rawat Inap RSU Aisyiyah Padang Implementation of the Nursing Round on the Knowledge Level of Nurses in the Inpatient Room at RSU Aisyiyah Padang,” J. Ilmu Kesehat., vol. 5, no. 2, pp. 217– 221, 2021.
[2] B. Judy, E. D. Dnp, N. L. Falk, P. Kleba, and J. Bull, Summary of Evidence Family Participation in Rounds. 2007.
[3] S. Harwina, Tuti Afriani, Shanti Farida Rachmi, “RONDE KEPERAWATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERAWAT,” Αγαη, vol. 15, no. 1, pp. 37–48, 2024.
[4] I. Ajzen, Theory of Planned Behavior, D. Albarra. Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum Associates, 2005.
[5] M. F. Moi, N. Nursalam, and C. P. Asmoro, “Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Pelaksanaan Ronde Keperawatan,”
Fundam. Manag. Nurs. J., vol. 2, no. 1, p. 35, 2019, doi: 10.20473/fmnj.v2i1.12806.
[6] Siahan, “Pengaruh Pelatihan Ronde Keperawatan Terhadap Kinerja Perawat Dalam Pemberian Asuhan Keperawatan,”
BMC Microbiol., vol. 17, no. 1, pp. 1–14, 2018.
[7] Y. Arfebi, F. N. Sasmita, D. Listiana, and D. Dwiana, “Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Keselamatan Pasien Pada Mutu Pelayanan Keperawatan,” J. Ilmu Kedokt. dan Kesehat., vol. 9, no. 2, 2022, doi: 10.33024/jikk.v9i2.5383.
[8] C. M. R. S. Wiwin Nur Aenia, “Implementasi Sosialisasi Model Praktik Keperawatan Profesional untuk Peningkatan Pengetahuan Perawat,” vol. 3, no. 2, pp. 163–170, 2024.
[9] T. Rohita and D. P. S. Nurkholik, “Optimalisasi Pelayanan Asuhan Keperawatan Melalui Pelatihan RondeKeperawatan di RSUD Ciamis,” JPKMU J. Pengabdi. Kpd. Masy. Kesehat. Unigal, vol. 1, no. 1, pp. 63–70, 2024.













