Review Artikel : Analisis Kandungan Dan Aktivitas Biologis Daun Kratok (Phaseolus lunatus L.)
Main Article Content
Salwa Sabrina Syamsir
Andi Amaliah Dahlia
Rais Razak
Tumbuhan obat merupakan sumber senyawa bioaktif yang berperan penting dalam pengembangan terapi berbasis bahan alam. Penggunaan tanaman sebagai obat tradisional terus meningkat secara global karena dianggap lebih aman, mudah diperoleh, serta memiliki potensi efek samping yang relatif lebih rendah dibandingkan obat sintetis. Tanaman diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, alkaloid, dan saponin yang memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, dan antidiabetik. Kratok (Phaseolus lunatus L.) merupakan tanaman leguminosa yang umumnya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, namun bagian daunnya berpotensi sebagai sumber senyawa fitokimia yang memiliki aktivitas biologis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kandungan fitokimia serta aktivitas biologis daun kratok berdasarkan kajian literatur ilmiah. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel ilmiah dari berbagai database seperti Google Scholar menggunakan kata kunci terkait Phaseolus lunatus, phytochemical, dan antioxidant activity. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun kratok mengandung flavonoid, fenolik, alkaloid, tanin, dan saponin dengan aktivitas antioksidan yang kuat berdasarkan metode DPPH, ABTS, FRAP, dan TBARS. Kandungan senyawa polifenol pada daun kratok diketahui berperan sebagai penangkap radikal bebas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami dan kandidat fitofarmaka.
Brand-Williams W, Cuvelier ME, Berset C. 1995. Use of a free radical method to evaluate antioxidant activity. LWT–Food Science and Technology. 28(1):25–30.
Budiana W, Suhardiman A, Kirana O. 2018. Aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah kacang kratok. Journal of Pharmacopolium. 1(3):162–169.
Cory H, Passarelli S, Szeto J, Tamez M, Mattei J. 2018. The role of polyphenols in human health and food systems: A mini-review. Frontiers in Nutrition. 5:87.
Dahlia AA, Razak R, Tahir M, Malik A, Roskiana A, Handayani V, Ahmad. 2025. Menjelajahi potensi bioaktif daun kratok (Phaseolus lunatus). Sotsiologicheskiy Zhurnal. 2025;31(02).
Durazzo A, Lucarini M, Souto EB, Cicala C, Caiazzo E, Izzo AA, Novellino E, Santini A. 2019. Polyphenols: A concise overview on the chemistry, occurrence, and human health. Phytotherapy Research. 33(9):2221–2243.
Kumar S, Pandey AK. 2013. Chemistry and biological activities of flavonoids. The Scientific World Journal. 2013:162750.
Liguori I, Russo G, Curcio F, Bulli G, Aran L, Della-Morte D, Gargiulo G, Testa G, Cacciatore F, Bonaduce D, Abete P. 2018. Oxidative stress, aging, and diseases. Clinical Interventions in Aging. 13:757–772.
Oboh G, Ademosun AO, Olasehinde TA. 2016. Polyphenols and antioxidant properties of legumes including Phaseolus lunatus. Journal of Food Biochemistry.
Pizzino G, Irrera N, Cucinotta M, Pallio G, Mannino F, Arcoraci V, Squadrito F, Altavilla D, Bitto A. 2017. Oxidative stress: Harms and benefits for human health. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2017:8416763.
Re R, Pellegrini N, Proteggente A, Pannala A, Yang M, Rice-Evans C. 1999. Antioxidant activity applying an improved ABTS radical cation decolorization assay. Free Radical Biology and Medicine. 26(9–10):1231–1237.
Shahidi F, Ambigaipalan P. 2015. Phenolics and polyphenolics in foods, beverages and spices: Antioxidant activity and health effects. Journal of Functional Foods. 18:820–897.
Zhang YJ, Gan RY, Li S, Zhou Y, Li AN, Xu DP. 2015. Antioxidant phytochemicals for the prevention and treatment of chronic diseases. Molecules. 20(12):21138–21156.













