Media Lokal dan Partisipasi Publik dalam Pengawasan Pemerintahan Daerah: Studi pada Media Tifa Tanimbar
Main Article Content
Petrus Etus Sarfunin
Iwan Joko Prasetyo
Media massa memiliki peran strategis dalam sistem demokrasi sebagai penyedia informasi publik, pengawas kekuasaan, serta ruang partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran media lokal dalam mendorong partisipasi masyarakat terhadap pengawasan kinerja pemerintah daerah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada media lokal Tifa Tanimbar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap wartawan, redaksi media, serta aparat pemerintah daerah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media lokal memiliki tiga fungsi utama dalam mendorong partisipasi publik, yaitu sebagai penyedia informasi publik, sebagai alat kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah, serta sebagai ruang artikulasi aspirasi masyarakat. Namun, efektivitas peran tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya media, rendahnya literasi media masyarakat, serta tekanan politik lokal terhadap independensi pers. Penelitian ini menemukan bahwa penguatan kapasitas media lokal dan peningkatan literasi publik menjadi faktor kunci dalam memperkuat demokrasi lokal di wilayah kepulauan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian komunikasi politik lokal dengan menunjukkan bahwa media lokal tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai aktor penting dalam memperkuat partisipasi publik dan akuntabilitas pemerintahan di wilayah kepulauan.
Allcott, Hunt, Luca Braghieri, Sarah Eichmeyer, and Matthew Gentzkow, ‘The Welfare Effects of Social Media’, American Economic Review, 110.3 (2020), 629–76
Anwar, Fahmi, ‘Perubahan Dan Permasalahan Media Sosial’, Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1.1 (2017), 137–44
Benkler, Y. (2006). The Wealth of Networks: How Social Production Transforms Markets and Freedom. Yale University Press.
Dahl, R. A. (1989). Democracy and Its Critics. Yale University Press.
Fenton, N. (2010). New Media, Old News: Journalism & Democracy in the Digital Age. Sage Publications.
McCombs, M., & Shaw, D. L. (1972). "The Agenda-Setting Function of Mass Media." Public Opinion Quarterly, 36(2), 176-187.
Stiglitz, J. E. (2002). Globalization and Its Discontents. W.W. Norton & Company.
Tunstall, J. (2007). *Media Occupations and Professions: A
Ariyanto, B. (2020). Media Lokal dan Partisipasi Publik: Studi Kasus di Sulawesi. Yogyakarta: Pustaka Demokrasi.
Effendy, O. U. (2006). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fakih, M. (2002). Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi. Yogyakarta: INSIST Press.
Kusnadi, D. (2019). “Pengawasan Publik Melalui Media Sosial.” Jurnal Komunikasi, 14(2), 122–134.
Lestari, S., & Hidayat, A. (2022). Kolaborasi Media dan Lembaga Masyarakat Sipil dalam Demokrasi Lokal. Jakarta: LP3ES.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage.
Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Santosa, H. (2018). Strategi Media Lokal dalam Pemberdayaan Masyarakat. Surabaya: Intrans Publishing.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yin, R. K. (2011). Qualitative Research from Start to Finish. New York: The Guilford Press.
Febrianto, Martinus Dam, ‘Gerakan SoSial BerBaSiS Media SoSial DalaM PerSPektif Moral SoSial’, Jurnal Teologi (Journal of Theology), 11.01 (2022), 33–52
Hatu, Rauf, ‘Perubahan Sosial Kultural Masyarakat Pedesaan (Suatu Tinjauan Teoritik-Empirik)’, Jurnal Inovasi, 8.04 (2011)













