Hadis Malik ad-Dar dan Tawassul: Kritik Hadits, Rasionalisasi Teologi, dan Kontestasi Otoritas Dalil dalam Islam Modern
Main Article Content
Amal Qasim
Jannatul Husna
Perdebatan mengenai tawassul dalam Islam modern, khususnya yang berkaitan dengan atsar Malik ad-Dar, kerap berkembang melampaui wilayah perbedaan ijtihad metodologis dan berubah menjadi kontestasi teologis yang bersifat normatif. Artikel ini bertujuan menganalisis kritik hadis modern terhadap atsar Malik ad-Dar dengan memosisikannya sebagai epistemic case, yakni kasus analitis untuk menelusuri bagaimana otoritas dalil, standar pembenaran, dan rasionalitas teologi dikonstruksi serta dinegosiasikan dalam Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif berbasis studi kepustakaan dengan menganalisis literatur hadis klasik, karya rijāl al-ḥadīth, syarah hadis, serta kajian kontemporer tentang kritik hadis, epistemologi pengetahuan agama, dan rasionalisasi teologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi hadis klasik, atsar Malik ad-Dar ditempatkan dalam kategori mukhtalaf fīhi dan diperlakukan sebagai medan ijtihad yang sah tanpa implikasi teologis final. Sebaliknya, dalam diskursus modern, kritik hadis terhadap riwayat ini mengalami pergeseran fungsi: dari instrumen verifikasi sanad dan matan menjadi mekanisme penataan batas legitimasi keberagamaan. Kritik teknis kerap beroperasi dalam horizon rasionalitas teologis tertentu yang menekankan relasi langsung, prosedural, dan minim mediasi metafisis antara manusia dan Tuhan. Artikel ini menyimpulkan bahwa kontroversi atas hadis Malik ad-Dar mencerminkan proses rasionalisasi teologi Islam modern, di mana kritik hadis berfungsi sebagai praktik epistemik yang menyeleksi dalil sekaligus membentuk paradigma keberagamaan yang dianggap sah. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan kajian hadis dari ranah teknis-verifikatif menuju analisis epistemologis atas transformasi otoritas dalil dalam Islam kontemporer.
Akmaluddin, Muhammad, “Otoritas Pemahaman Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam: Kritik Ibn al-Labbād al-Mālikī Kepada asy-Syāfi’ī,” Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 2021 <https://api.semanticscholar.org/CorpusId:254396630>
Al-Zuhaili, Wahbah, “الوجيز قي أصول الفقه,” 1994, 56
Amarullah, Risal Q, “Kebenaran Ilmiah,” Edusifa Jurnal Pendidikan Islam, 9.1 (2023) <https://doi.org/10.56146/edusifa.v9i1.106>
Chih, Rachida, David Jordan, dan S Reichmuth, “The Presence of the Prophet: General Introduction,” The Presence of the Prophet in Early Modern and Contemporary Islam, 2021 <https://api.semanticscholar.org/CorpusId:244291571>
Duderija, Adis, “The Concept of Sunna in Progressive Muslim Thought,” Icr Journal, 13.1 (2022), 136–48 <https://doi.org/10.52282/icr.v13i1.868>
Foqara, M, “Rituals of the tombs of the Just in Islam,” Journal of Contemporary Philosophical and Anthropological Studies, 2024 <https://api.semanticscholar.org/CorpusId:268799061>
Marotta, Mario, “A Disenchanted World: Max Weber on Magic and Modernity,” Journal of Classical Sociology, 24.3 (2023), 224–42 <https://doi.org/10.1177/1468795x231160716>
Nazar, Ali, “THE MEANING OF ‘AN‘ANAH AMONG TRANSMISSION TERMS: A Historical Review Based on Primary Ḥadīth Sources from the 2nd to the 6th Century AH,” Nabawi: Journal of Hadith Studies, 2024 <https://api.semanticscholar.org/CorpusId:277053506>
Nurhakim, Haditsa Q, dan Adang Hambali, “Hakikat Pengetahuan Dalam Perspektif Filsafat Ilmu,” Idarotuna, 2024, 167–76 <https://doi.org/10.29313/idarotuna.v1i2.5705>
Pahrudin, Ade, “Tipologi Studi Hadis Kontemporer Di Indonesia (Studi Terhadap Artikel Jurnal Terindeks Moraref Tahun 2017-2021),” Al Quds Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 6.2 (2022), 593 <https://doi.org/10.29240/alquds.v6i2.4087>
Rizapoor, Habiburrahman, Aminullah Poya, dan Zaifullah Athari, “The Relationship Between Prophetic Hadith and Intellect: A Critical Examination of the Scholarly Discourse,” International Journal of Islamic Studies Higher Education, 2023 <https://api.semanticscholar.org/CorpusId:264324489>
Rukmana, Aan, “Kedudukan Akal dalam al-Qur’an dan al-Hadis,” Mumtaz: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Keislaman, 1.1 (2019), 23–34 <https://doi.org/10.36671/mumtaz.v1i1.2>
Safitri, Diah, Syamsul Mawardi Marna, dan Ahmad Syaifuddin Amin, “Metodologi Pembacaan Kritis Atas Kajian Orientalis Terhadap Hadis,” Madinah: Jurnal Studi Islam, 10.1 (2023), 11–29 <https://doi.org/10.58518/madinah.v10i1.1495>
SHOLEH, AHMAD, “Metode istinbath hukum sayyid muhammad ‘alawi al maliki dan syaikh nasiruddin al albani tentang hukum tawassul,” 2024
Usman, A H, R Wazir, dan Zanariah Ismail, “The notion of liberalisation on the Anti-Hadith Movement and its impact on society,” al-Irsyad: Journal of Islamic and Contemporary Issues, 2017 <https://api.semanticscholar.org/CorpusId:197789716>
Wardhani, Nanda K, Evie M Zulfah, Moh I F A.J, dan Dirra E Humaira, “The Urgency of Abou El Fadl’s Hermeneutics in the Book ‘In the Name of God,’” Transformatif, 7.2 (2023), 169–80 <https://doi.org/10.23971/tf.v7i2.7324>
Weber, Max, dan J Monod, “Démocratie et aristocratie dans la vie américaine,” Cités, 2023 <https://doi.org/10.3917/cite.096.0127>
Yulian Purnama, S.Kom, “Hadis, Atsar, Kisah Dha’if dan Palsu Seputar Tawassul (2),” 2008 <https://muslim.or.id/297-atsar-seputar-tawasul.html> [diakses 6 Januari 2026]
ابن رجب الحنبلي, فتح الباري شرح صحيح البخاري, الأولى (المدينة المنورة: مكتة الغرباء الأثرية, 1996)
القرطوبي, “الجامع لأحكام القران” (بيروت: مؤسسة الرسالة, 2006)
الله, أبو يعلي الخليل بن عبد, كتاب الإرشاد في معرفة علماء الحديث, الطبعة الأ (الرياض: مكتبة الرشد للنشر و التوزيع, 1989)













