Dampak Bencana Longsor Terhadap Keberlanjutan Pariwisata Dan Strategi Adaptasi Pemangku Kepentingan Di Air Terjun Aek Nabarat, Kabupaten Tapanuli Tengah
Main Article Content
Rina Hutagalung
Muhammad Refki Novesar
Bencana alam merupakan salah satu faktor yang dapat mengancam keberlanjutan destinasi wisata alam, terutama pada kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bencana longsor terhadap keberlanjutan pariwisata serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan di Air Terjun Aek Nabarat, Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pemerintah desa, pengelola wisata, masyarakat lokal, pelaku usaha, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bencana longsor memberikan dampak terhadap aspek sosial, budaya, ekonomi, dan keberlanjutan destinasi. Dampak sosial ditandai dengan meningkatnya rasa khawatir masyarakat serta perubahan aktivitas sosial, namun juga memperkuat solidaritas dan gotong royong. Dampak budaya terlihat dari berkurangnya aktivitas wisata sekaligus meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan dan kesadaran akan risiko bencana. Dampak ekonomi ditunjukkan oleh penurunan jumlah kunjungan wisatawan, menurunnya pendapatan masyarakat, serta kerusakan sarana usaha. Adapun strategi adaptasi yang dilakukan meliputi peningkatan kesiapsiagaan bencana, pemasangan rambu peringatan, pembersihan kawasan wisata, perbaikan akses secara bertahap, serta diversifikasi mata pencaharian masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pengelola, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam membangun destinasi wisata yang tangguh dan berkelanjutan pascabencana.
Dinan, R., Yahya, M., Karima, A., Husdir, M., & Rahma, N. (2025). Sustainable tourism strategies through mapping disaster-prone tourism areas in Situbondo Regency, Indonesia. Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies, 2(1), 289–300.
Shalih, O., Tambunan, M. P., & Tambunan, R. P. (2019). Membangun ketahanan (resiliensi) bencana pada kawasan pariwisata (Studi kasus: Kabupaten Pandeglang pasca tsunami Selat Sunda 2018). Dalam The 6th Annual Scientific Meeting on Disaster Research (hlm. 174–179).
Surtiari, G. A. K. (2019). Pentingnya penanganan pascabencana yang berfokus pada penduduk untuk mewujudkan build back better: Pembelajaran dari bencana Palu, Sigi, dan Donggala. Jurnal Kependudukan Indonesia, 14(2), 165–184.
Sutrisnawati, N. K. (2018). Dampak bencana alam bagi sektor pariwisata di Bali. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 9(1), 57–66.
Suwena, I. K., Sendra, I. M., & Arismayanti, N. K. (2019). The impact of natural disasters on change of travel patterns and tourist types who visited tourism destinations. Jurnal IPTA, 7(1).
United Nations World Tourism Organization. (2018). Tourism and the Sustainable Development Goals: Journey to 2030. UNWTO.
Winarto, Y., Setyaningsih, W., & Yuliani, S. (2019). Sustainable ecological tourism regional of disaster response in Pacitan, East Java. Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 17(1), 141–150.













