Alienasi Diri Mahasiswa Dalam Penggunaan Second Account Instagram Sebagai Ruang Katarsis
Main Article Content
F. Azhari
H. Z. Ramadani
Penelitian ini mengkaji fenomena dalam penggunaan second account Instagram pada mahasiswa Institut Seni Indonesia Padangpanjang yang digunakan sebagai ruang katarsis atau pemulihan dari alienasi diri yang dialami oleh mahasiswa di akun utama Instagram. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan mixed method (penelitian gabungan) dengan melakukan wawancara mendalam kepada 22 informan yang digunakan sebagai data utama dan pengumpulan kuesioner sebanyak 100 responden sebagai data pendukung (triangulasi) pada penelitian. Penelitian ini dianalisis menggunakan data kualitatif model dari Miles, Huberman, dan Saldana, kemudian data kuantitatif dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: (1) alienasi diri mahasiswa di akun utama hadir dalam empat bentuk, yaitu keterasingan dari ekspresi diri yang autentik, kurasi identitas melalui self-filtering, tekanan ekspektasi sosial, dan ketergantungan pada validasi sosial; (2) lima faktor yang mendorong penggunaan second account adalah ketidakbebasan berekspresi di akun utama, kebutuhan audiens yang terpercaya, stigma sosial alay/jamet, tekanan estetika lingkungan seni ISI Padangpanjang, dan ketidakpuasan dengan respons interpersonal; (3) second account dimaknai sebagai ruang ekspresi bebas, medium pelepasan emosi, sarana pemahaman diri, dan arsip kemanusiaan. Penelitian ini juga menemukan dua temuan emergent, yaitu stigma sosial alay/jamet sebagai mekanisme kontrol informal dan tekanan estetika khas lingkungan seni. Temuan dianalisis menggunakan teori alienasi Karl Marx, teori self-disclosure Sidney Jourard, dan teori katarsis Sigmund Freud.
Anna, A., & Setiawan, D. (2024). Pemisahan identitas sosial akun Instagram mahasiswa. Edu Sociata Jurnal Pendidikan Sosiologi Untirta, 7(1), 65–77. https://doi.org/10.33627/es.v7i1.1962
Aulia, K. P., Ramadhani, S. P., & Agitashera, D. (2024). Penggunaan second account Instagram sebagai ruang aman untuk presentasi diri Gen-Z.Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(2). 84–93.
Ayunda, A., Susanti, D., Nurhasanah, S. & Dongoran, R. (2025). Analisis Peran Media Sosial dalam Pembentukan Identitas Diri Siswa. Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 6(1), 183–194. https://doi.org/10.31943/counselia.v6i1.176
Hariyanto. (2024). Alienasi digital di Indonesia analisis pemikiran Karl Marx dan dampak. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 1(1), 25–34.
Haqqi, A. M. L, Ilmi, M. K., & Adi, N. R. M. (2025). Pengaruh akun kedua Instagram terhadap keterbukaan diri mahasiswa. Jurnal Penelitian Sosial Ilmu Komunikasi, 9(1), 48–57. https://journal.unpak.ac.id/index.php/apik/article/view/11983
Juwita, R. (2017). Media sosial dan perkembangan komunikasi korporat. Jurnal Penelitian Komunikasi, 20(1), 47–60. https://doi.org/10.20422/jpk.v20i1.136
Marx, K. (1844). Economic and Philosophic Manuscripts of 1844. Progress Publishers.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Purwaningtyas, M. P. F., & Alicya, D. (2020). The fragmented self: Having multiple accounts in Instagram usage practice among Indonesian youth. Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia, 1(2), 171-182. https://doi.org/10.22146/jmki.58459
Subaihah, Y. Y. (2023). Keterbukaan diri para penggemar BL (Boys Love) di Gresik [Skripsi sarjana, Universitas Muhammadiyah Gresik].
Wahyuningsih, S. (2017). Teori katarsis dan perubahan sosial. Jurnal Komunikasi, 11(1), 39–52. https://journal.trunojoyo.ac.id/komunikasi/article/view/3022
Yanti, P. N. K., Pujaastawa, I. B., & Wedasantara, I. B. O. (2025). Second account Instagram sebagai representasi identitas virtual di kalangan mahasiswi Universitas Udayana. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 3(1), 185–196. https://doi.org/10.47861/jdan.v3i1.1904
Yusuf, A. M. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif & penelitian gabungan. Kencana.













