Bentuk Dan Makna Ornamen Tradisional Pada Masjid Tuo Pariangan, Warisan Arsitektur Minangkabau
Main Article Content
Aulia Fitri
Jurnal ini membahas bentuk dan makna simbolis ornamen yang menghiasi Masjid Tuo Pariangan, sebuah masjid bersejarah di Sumatra Barat, Indonesia. Dibangun pada abad ke-18, masjid ini menampilkan ciri arsitektur dan elemen dekoratif unik yang berakar kuat dalam budaya Minangkabau. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggabungkan data observasi dari kunjungan langsung ke lokasi dengan wawancara mendalam bersama anggota masyarakat setempat, termasuk tokoh adat dan pengurus masjid, serta studi dokumentasi berupa foto dan gambar. Analisis difokuskan pada identifikasi motif ornamen yang umum ditemukan, seperti kaluak paku, pucuak rabuang, saluak laka, kuciang lalok serta motif lain yang mungkin ditemukan, dan penafsiran makna budaya mereka dalam konteks Minangkabau, memperhatikan konteks sejarah dan perkembangannya. Temuan menunjukkan interaksi kompleks antara simbolisme keagamaan, nilai-nilai filosofis, dan praktik adat yang tercermin dalam ornamen masjid, yang menunjukkan peran masjid sebagai tempat penyimpanan dan pewarisan warisan budaya Minangkabau yang kaya dan berlapis. Penelitian ini memberikan kontribusi baru pada pemahaman yang lebih komprehensif mengenai estetika dan makna simbolis dalam arsitektur tradisional Minangkabau.
Ridha, M., Rizal, E., N, N. A., & Zainal. (2022). the Institutional Role of the Tuo Mosque in Establishing the Character of West Sumatra. Jurnal Harmoni, 21(2), 250–264.
Ahmad Bahrudin, S. M. (2017). ORANAMEN MINANGKABAU "Dalam Perspektif Ikonografi". Padang
Panjang: INSTITUT SENI INDONESIA PADANG PANJANG.
Shalika, M. P., Sibarani, R., & Setia, E. (2020). Makna Ornamen Rumah Gadang Minangkabau: Kajian Semantik. Humanika, 27(2), 70–81.
Yenti, E. (n.d.). Seminar Nasional Hukum Adat Dan Islam Minangkabau ( Seri 1 ) (Issue Seri 1).
Masly, D. (2019). Potensi Daya Tarik Wisata Nagari Tuo Pariangan Sebagai Kawasan Desa Wisata Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Jom Fisip, 4(2), 1–15.
Izzati, F., Munaf, Y., & SK, D. (2018). Ornamen Pada Masjid Tuanku Pamansiangan Nagari Koto Laweh Kabupaten Tanah Datarsumatera Barat. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 7(2), 101.
Wibowo, Y. (2021). Sejarah dan Eksistensi Ornamen Tradisional Kini. Jurnal Kemadha, 10(2), 119–129. jurnal.usahidsolo.ac.id
Nofrial, N., Prihatin, P., & Laksono, M. A. (2022). Ukiran Ornamen Tradisional Minangkabau pada Dekorasi Pelaminan. Corak, 10(2), 153–168.
Marah, R. (2019). No RAGAM HIAS MINANGKABAU. Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.
Yuliarma, Y., & Yuliarma, Y. (2023). Philosophical Meaning of Pariangan Batik Motifs as an Effort to Preserve
Minangkabau Culture. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 7(2), 570.













